Di London, TGB Diminta Memaparkan Keberhasilannya Membangun Daerah

Nazam   |   Internasional  |   Jumat, 28 Juli 2017 - 05:10:04 WIB   |  dibaca: 54 kali
Di London, TGB Diminta Memaparkan Keberhasilannya Membangun Daerah

Foto: Biro Humas Provinsi NTB

KABAR BERITA, MATARAM-Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi tengah berada di London, Inggris. Orang nomor satu di NTB ini diundang menjadi pembicara utama event gabungan Konvensi Internasional Peneliti Indonesia (Indonesian Scholars International Convention atau ISIC) oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia di Inggris Raya (PPI-UK) dan Simposium Internasional ke-9 oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPI-Dunia) atau disingkat ISIC-SI 2017.

Event ini igelar di Warwick Arts Centre, University of Warwick, London, Inggris sepanjang 24-27 Juli 2017. Event ini menghadirkan sedikitnya 1.500 mahasiswa dan peneliti muda Indonesia yang tengah menimba ilmu di Eropa. Tujuannya adalah untuk menyiapkan mereka berkompetisi di dunia profesional secara tangguh dan kompeten.

Rabu, 26 Juli 2017 waktu Indonesia, TGB secara khusus hadir dalam panel simposium yang dihadiri 300 sejumlah tokoh, peneliti muda Indonesia dan mahasiswa. TGB secara khusus diminta mengupas akselerasi potensi Indonesia menyongsong 2030. Dirinya juga diminta mengutarakan pandangan, ide, gagasan, dan strategi terbaik untuk menyongsong bonus demografi yang akan dinikmati Indonesia mulai tahun 2030. Saat itu, sebagian besar populasi di Indonesia didominasi usia produktif.

Simposium dibuka pukul 10.30 waktu Londok oleh Duta Besar RI untuk Inggris Rizal Sukma. Hadir juga Duta Besar/Utusan Tetap Delegasi Republik Indonesia untuk UNESCO Prof Fauzi Soelaiman. Termasuk Richard Graham, Duta Perdagangan Perdana Menteri Inggris khusus untuk Indonesia dan jug amantan Menteri ESDM Sudirman Said, yang juga diundang sebagai keynote speaker.

Lebih dari tiga jam, TGB memaparkan gagasan, ide dan strateginya untuk menyongsong bonus demografi Indonesia tahun 2030. Digelar pula diskusi dan tanya jawab. Apa yang dipaparkan TGB dalam pertemuan itu mendapat aplaus meriah dari seluruh tokoh, mahasiswa dan para peneliti muda yang hadir.

Antusiasme itu pun masih berlangsung saat simposium telah berakhir. TGB diserbu para peneliti muda dan mahasiswa Indonesia untuk sekadar berjabat tangan dan meminta foto bersama.

Melalui keterangan tertulis dari London tadi malam, Kepala Biro Humas Pemprov NTB H Irnadi Kusuma mengungkapkan, dalam simposium tersebut, TGB banyak mendapat pertanyaan terkait strategi mewujudkan keberhasilan pembangunan daerah.

Juga kebijakan-kebijakan pemerintah untuk mengatasi permasalahan pembangunan, serta pemikirannya  mempersiapkan generasi muda untuk menatap masa depan, serta strategi dan kebijakan yang perlu dilakukan sebagai modal bagi generasi untuk menghadapi tantangan.

TGB juga diminta gagasannya tentang cara menghadapi tantangan dan tips berkompetisi sehingga bisa berhasil.

Menanggapi beragam pertanyaan tersebut, TGB mengawalinya dengan memaparkan fakta fakta yang dihadapi dalam pembangunan daerah termasuk di NTB. Ia menjekaskan banyak aspek yang perlu mendapatkan atensi penanganan, mulai dari hal hal yang tampak sederhana, tetapi berdampak besar bagi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Misalnya perhatian terkait dengan kebiasaan hidup masyarakat di NTB seperti pernikahan dini, kebiasaan pola asuh dan pola makan yang kurang baik. “Jika tidak ada pendekatan penanganan yang tepat akan menimbulkan beragam masalah sosial dan kesehatan,” kata Irnadi mengulang penegasan Gubernur dalam simposium tersebut.

Terkait dengan tips berkompetisi di tengah persaingan yang ketat, TGB antara lain mengingatkan pentingnya membangun semangat optimisme. Ia merujuk pada ajaran agama yang tertuang didalam kitab suci Alquran yang mengharuskan manusia bersikap optimis dan tidak pesimis.

Seluruh pemaparan dalam pertemuan tersebut disampaikan TGB dalam bahasa Inggris. Seperti dilansir alam video yang diunggah panitia ISIC tadi malam, TGB antara lain memaparkan sejumlah keberhasilan NTB dalam hal terus meningkatkan Indeks Pembangunan Daerah. TGB juga menyampaikan bagaimana tujuan pembangunan millenium bisa dicapai di NTB yang bersisian dengan penurunan angka kemiskinan di daerah.

Pada saat yang sama, TGB juga menyampaikan sektor pariwisata NTB yang kini mulai tumbuh. Secara khusus, TGB menyampaikan pemaparannya tentang Pariwisata Halal, yang kini menjadi salah satu magnet angka kunjungan wisatawan ke NTB.

Kepada hadirin, TGB memaparkan tingginya pertumbuhan sektor pariwisata NTB bersama tiga provinsi lainnya yakni Bali dan Jogjakarta. “Tahun lalu NTB mencatat pertumbuhan tertinggi, tahun sebelumnya Jogjakarta dan Bali,” kata TGB.

Disampaikan pula bahwa tahun ini, NTB menargetkan angka kunjungan 3,5 juta wisatawan, di mana sebanyak 1,5 juta di antaranya ditargetkan adalah wisatawan mancanegara. Dan pada tahun 2019, manakala Indonesia menargetkan angka  kunjungan 20 juta wisatawan, maka kontribusi NTB atas target itu akan sangat besar.

Sementara itu, Ketua Pelaksana ISIC-SI 2017 Samuel Leonardo mengungkapkan, ISIC-SI 2017 merupakan gabungan dari dua acara mahasiswa Indonesia terbesar di dunia, yaitu Indonesian Scholars Internasional Convention (ISIC) dan Simposium Internasional PPI-Dunia.

ISIC merupakan acara tahunan PPI-UK yang sudah berjalan selama lebih dari 15 tahun, dan tahun ini PPI-UK terpilih menjadi tuan rumah Simposium Internasional PPI-Dunia yang kesembilan.

Disampaikan, berdasarkan hasil riset dari McKinsey Global Institute, Indonesia akan mengalami surplus demografi usia produktif di tahun 2030. Kehadiran pemimpin muda seperti Gubernur NTB dalam simposium tersebut, untuk memberikan bekal wawasan kepada pelajar, mahasiswa, serta peneliti muda Indonesia sehingga bisa bertarung di wilayah ilmu yang mereka geluti. (KaBer/001)

Profil Nazam

Nazam


Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook