Pertama di Indonesia, Korean Air Terbang Ke Lombok

Nazam   |   Wisata  |   Sabtu, 29 Juli 2017 - 09:50:59 WIB   |  dibaca: 185 kali
Pertama di Indonesia, Korean Air Terbang Ke Lombok

Korean Air [Foto: Wikipedia]

KABAR BERITA-Sabtu, 29 Juli 2017, menjadi sejarah penerbangan bagi Indonesia. Korean Air, untuk pertama kali terbang langsung dari Bandara Incheon, Seoul, Korea Selatan menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Sebanyak 183 penumpang tampak riang dan antusias menunggu penerbangan perdana Korean Air berkode KE9629 menuju pulau seribu masjid itu. Walaupun rata-rata belum pernah ke Indonesia, namun semua yakin bahwa pulau tujuan mereka sangatlah indahnya.

Penerbangan ke Lombok tergolong relatif lama, atau 6 jam 20 menit, tapi semua penumpang tak Peduli. Lombok sepertinya telah menjadi magnet yang tidak mungkin digantikan oleh tempat lain di dunia.

"Saya bersama dua anak memang mau liburan. Dan saya pikir Lombok merupakan tujuan yang menarik. Saya yakin itu setelah melihat Lombok dari acara di stasiun teve Korea," ujar seorang ibu bersama dua anaknya.

"Saya belum pernah ke Indonesia. Tetapi, setelah menonton serial acara memasak di teve yang mengambil lokasi di sebuah pantai di Lombok, saya jadi tertarik pergi kesana," kata penumpang lain yang masih mahasiswa.

Rupanya, rata-rata penumpang penerbangan perdana langsung ke Lombok ini terhipnotis oleh serial kuliner teve yang lokasi shootingnya di salah satu pantai Lombok. Youn's Kitchen, telah tayang sembilan kali dan menjadikan Lombok buah bibir dari masyarakat Korea.

Fuad Andriansyah, Koordinator Fungsi Penerangan KBRI Seoul juga merasakan dampak Youn's Kitchen. Ia mengaku mendapat banyak telepon dari masyarakat Korea yang ingin tahu eksotika pulau Lombok. 

Tak pelak, maskapai penerbangan Korean Air ingin menaguk keuntungan dari popularitas Youn's Kitchen. Dibuatlah paket kunjungan penerbangan dan wisata ke Lombok selama empat malam dengan tujuan yang bervariasi seperti paket Gili, Rinjani hingga bermain golf.

Untuk lima penerbangan perdana ini, semuanya masih berupa penerbangan charter. Bila dianggap menguntungkan, tidak tertutup kemungkinan suatu saat nanti akan menjadi penerbangan reguler. Dari data yang ada saat ini, tingkat pemesanan tiket sudah di atas 90 persen, bahkan ada yang fully booked.

Dubes Umar Hadi menyambut baik penerbangan perdana ini. Baginya, ini merupakan buah dari upaya bersama dalam mendorong lebih banyak wisatawan Korea datang ke Indonesia. Masih banyak promosi lain yang akan dikembangkan.

"Tunggu saja kejutan selanjutnya," katanya. [KaBer/001]
 

Profil Nazam

Nazam


Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook