Korupsi Dana Bos, Kepala Kancab Lamongan Disdik Jatim Jadi Tersangka

Nazam   |   Hukum  |   Rabu, 09 Agustus 2017 - 20:20:15 WIB   |  dibaca: 64 kali
Korupsi Dana Bos, Kepala Kancab Lamongan Disdik Jatim Jadi Tersangka

TERSANGKA: Kepala Kancab Lamongan Disdik Jatim, Sun’ah Wahyudi saat menerima penghargaan BOS.

KABAR BERITA, Lamongan - Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Propinsi Jawa Timur wilayah Kabupaten Lamongan, Sun’ah Wahyudi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kajaksaan Negeri Lamongan karena diduga melakukan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2012 hingga 2016, sebesar Rp 1 miliar.

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, posisinya sebagai Kacab Disndik Jatim Lamongan belum akan diganti hingga berkekuatan hukum tetap (inkrah). Hal itu ditegaskan Kepala Disdik Jatim Saiful Rachman, Rabu (9/8/2017). 

"Asas praduga tak bersalah tetap dipegang. Tapi tatusnya masih pegawai pemprov. Kita tinggal tunggu status finalnya,” kata Saiful Rahman.

Mantan Kepala Badiklat Jatim ini menjelaskan, proses hukum kasus ini biarkan berjalan terlebih dahulu. Sun’ah masih memiliki hak untuk membela dirinya di pengadilan. Kalau sudah inkrah, mekanisme di Pemprov Jatim terkait statusnya baru berjalan. 

“Jalurnya nanti ke Inspektorat Jatim kemudian kepada gubernur. Selama belum inkrah, ya tetap di sana,” ujarnya.

Saiful memastikan pelayanan pendidikan SMA/SMK dan Pendidikan Khusus (PK) di Lamongan tidak akan terganggu. Ketika Kacab tidak ada, tugasnya bisa dijalankan oleh kepala seksi (Kasi) serta kepala sub bagian tata usaha (Kasubag TU). Selain itu, posisi cabang dinas sifatnya koordinasi di wilayah. Segala putusan final tetap berada di Dindik Jatim. 

“Masih bisa jalan semua,” tegasnya.

Disinggung adanya evaluasi terhadap Kacab, dia mengaku akan melakukan menyeluruh setelah berjalan satu tahun. 

“Bukan hanya Kacab, tapi juga kepala sekolah,” terangnya. 

Saiful mengungkapkan, alih kelola SMA/SMK dari kabupaten/kota ke provinsi baru berjalan 8 bulan sejak Januari 2017 lalu. Ketika itu, gubernur masih menghargai usulan posisi Kacab maupun kepala sekolah dari kabupaten/kota.

“Baru berjalan 8 bulan saja semua kasus di daerah bermunculan. Jadi, ini dinamis sekali. Dalam satu tahun baru dievaluasi semua agar sesuai standar Pemprov Jatim,” tandasnya.

Sikap Dindik Jatim yang tidak segera mengganti Kacab Lamongan justru dikritisi Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Suli Daim. Suli mengatakan, Dindik Jatim tidak bisa bersikap demikian. Seharusnya segera ditunjuk seorang pelaksana harian (Plh) sebagai ganti Kacab.

“Untuk melaksanakan tugas sementara tinggal tunjuk Plh. Ini juga bisa memberi kesempatan kepada Kacab untuk fokus dan konsentrasi ke masalah hukum terlebih dahulu,” ujar Suli.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini khawatir bila posisi Sun’ah sebagai Kacab tidak diberhentikan sementara waktu, konsentrasinya bakal pecah. 

“Biarkan dia fokus pembelaan dulu. Nanti malah tidak fokus melaksanakan tugas-tugasnya kalau tidak segera diganti,” pungkasnya.[KaBer/HNN]

 

Profil Nazam

Nazam


Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook