Dugaan Kredit Fiktif di Bank NTB, Tiga Orang Terdakwa Ditahan

Nazam   |   Hukum  |   Kamis, 10 Agustus 2017 - 15:01:30 WIB   |  dibaca: 82 kali
Dugaan Kredit Fiktif di Bank NTB, Tiga Orang Terdakwa Ditahan

TERDAKWA : Mustaram Abbas, Siti Nuryanti dan Miskan Arsyad, saat di bawa dari kantor Kejari ke Lapas Sumbawa.[ Foto : HNN ]

KABAR BERITA, Sumbawa - Sesuai perintah penetapan hakim pengadilan tinggi Mataram (PT Mataram ). Kejaksaan Negeri Sumbawa menahan tiga orang terdakwa kasus dugaan kredit fiktif di Bank NTB Cabang Sumbawa.

Ketiga orang terdakwa itu yakni, Mustaram Abbas, Siti Nuryanti dan Miskan Arsyad, Kamis (10/08/2017), dari kantor Kejari Sumbawa ke Lapas Sumbawa untuk dititip.

Kasi Pidana Khusus ( Kasi Pidsus) Kejari Sumbawa, Anak Agung Raka PD, SH., kepada media menyebutkan pihaknya selaku JPU hanya melaksanakan penetapan hakim Pengadilan Tinggi di Mataram, tapi bukan eksekusi.

“Di dalam putusan PT di Mataram ada penetapan penahanan, dan memerintahkan agar terdakwa ditahan di rutan sambil menunggu status penahanan oleh Mahkamah Agung,” jelas Raka.

Raka mengatakan, hanya melaksanakan penetapan penahanan. Selama ini statusnya tiga orang terdakwa tersebut adalah tahanan kota.

Dalam hal ini tambah Raka, salah satu tugas JPU adalah melaksanakan putusan hakim. Raka juga mengapresiasi sikap para terdakwa yang persuasif.

“Rencananya kemarin tapi mereka minta hari ini untuk persiapan. Mereka datang sesuai jadwal,” jelasnya.

Mengenai penahanan tiga orang terdakwa tersebut, kuasa hukum mereka, Alamsyah Dahlan, SH, menyatakan kepada media bahwa proses hukum ketiga kliennya masih dalam tahap kasasi.

“Alasan Kejari ada penetapan dalam putusan dan menurut Kejari ini hanya pelaksanaan putusan pengadilan tipikor.

Sebagai warga negara yang baik, para terdakwa menunjukan itikad baik taat hukum,” kata Alamsyah.

Namun Alamsyah menegaskan bahwa ketiga kliennya tidak melakukan korupsi namun hanya kredit macet karena nasabahnya ada, membayar dan mau melunasinya.

“Kami akan tetap melakukan kasasi. Sebagaimana kasus pidana manapun harus ada putusan hukum tetap,” tambah Alamsyah.

Karena kasus ini masih dalam proses kasasi, Alamsyah memohon masyarakat agar melihat kasus ini dengan proporsional selama belum ada putusan hukum yang tetap.[KaBer]

 

Profil Nazam

Nazam


Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook