Diduga Ada Proyek Siluman Penggunaan DD, LAMI Desak Pemkot Lakukan Investigasi

Nazam   |   Hukum  |   Minggu, 13 Agustus 2017 - 12:43:54 WIB   |  dibaca: 82 kali
Diduga Ada Proyek Siluman Penggunaan DD, LAMI Desak Pemkot Lakukan Investigasi

Pembukaan jalan memakai dana desa. [ Foto : Ilustrasi google ]

KABAR BERITA, Probolinggo -- Pemerintah kota Probolinggo nampaknya harus kerja keras mensosialisasikan penggunaan Dana Desa (DD) yang telah dikucukkan pemerintah pusat. Hal tersebut terlihat, masih banyaknya perangkat desa yang tidak memahami petunjuk dan pelaksanaan teknis (Juklak juknis) dalam penggunaan anggaran dana desa yang dipergunaakan untuk pembangunan  infrastruktur.

Seperti, dalam pembangunan proyek infrastuktur dan plengsengan serta irigasi yang ada di Kota Probolinggo, banyak yang tidak dilengkapi bor papan nama proyek. Hal itu mengundang kerawanan penyalah gunaan anggaran.

"Karena tidak tertera pagu anggaran yang tertulis di papan proyek. Ini sangat berpotensi akan bermunculan proyek-proyek siluman yang hanya dijadikan alat untuk mendapatkan keuntungan oleh oknum tertentu,” ungkap Peneliti Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia ( LAMI) Muhamad Musa, kepada wartawan, Minggu, (13/8/2017).

Padahal, transparansi dalam setiap kegiatan pemerintahan yang menggunakan sumber anggaran dari negara, baik dari pusat maupun daerah, wajib dilaksanakan oleh pihak pelaksana kegiatan.

Namun hal itu, ternyata tidak nampak dalam pelaksanaan proyek pembangunan saluran Irigasi sumber pilang renas yang berlokasi di kelurahan pilang kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.

“Selain itu dugaan tidak dipasangnya papan nama proyek, cenderung para pelaksana akan mudah untuk melakukan penyimpangan dalam pengerjaan proyek dan terkesan tidak transparan sebab kurangnya pengawasan dari dinas terkait,” ujarnya.

Ketika datang kelokasi proyek saluran irigasi sumber Pilang Renas, ternyata banyak temuan yang di duga tidak sesuai dengan spesifikasi dan RAP , diantaranya kedalaman pondasi yang di duga tidak sesuai spek , serta pengerjaanya yang menggunakan manual.

Untuk itu, pihaknya mendesak kepada Pemkot Probolinggo untuk melakukan investigasi ke lapangan guna mendapatkan data yang obyektif terkait adanya dugaan proyek siluman. [ KaBer/HNN]

 

Profil Nazam

Nazam


Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook