Pemuda Sadar, Desak PT AMT Lakukan Sosialisasi Sampai Ke Desa

Nazam   |   Hukum  |   Selasa, 15 Agustus 2017 - 13:01:04 WIB   |  dibaca: 51 kali
Pemuda Sadar, Desak PT AMT Lakukan Sosialisasi Sampai Ke Desa

PENDEMO : Pemuda Sadar saat menyampaikan aspirasinya didepan kantor perwakilan PT SMN Sumbawa. [ Foto : HNN ]

KABAT BERITA, Sumbawa -- Pemuda dari Kecamatan Lantung dan Ropang, demo ke Kantor Perwakilan PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), Selasa (15/08/2017). Unjuk rasa yang dilakukan oleh belasan pemuda yang tergabung dalam "Pemuda Sadar" itu untuk mengungkapkan kebongan yang dilakukan oleh pejabat PT. AMNT, agar melakukan sosialisasi di tingkat Desa di Kecamatan Lantung dan Ropang.

Muhammad Guntur Saputra, dalam orasinya meminta PT AMNT melakukan sosialisasi di tingkat Desa di Kecamatan Lantung dan Ropang. di hadapan general supervisor eksternal relation kantor perwakilan PT AMNT di Sumbawa yang beralamat di jalan raya Unter Iwes.

“Aspirasi kami hanya satu agar perusahaan melakukan sosialisasi sampai di tingkat Desa,” kata Guntur.

Oleh general supervisor (gensup) eksternal relation PT AMNT di Sumbawa, Zulkarnain Quin, dijawab bahwa pihaknya sejak tahun 1996 telah empat kali melakukan sosialisasi.

“Kami melakukan eksplorasi dari tahun 1997. Sesuai amanat Undang-Undang bahwa sosialisasi hanya dilakukan 1 kali kalaupun lebih tidak masalah. Sejauh ini sudah 4 kali sosialisasi hingga ke tingkat Desa,” terang Quin.

Menurutnya, sosialisasi oleh AMNT ini berbeda dengan Pama/SJR yang merupakan perusahaan yang baru, tapi AMNT sudah 4 kali melakukan sosialisasi sejak tahun 1996.

“Kami sudah sosialiasi tingkat Kabupaten meski tidak sampai ke tingkat Desa, tapi tidak hanya itu sampai hari ini kami ada mitra Lembaga Maju Bersama (LMB), didalamnya orang yang pernah menjadi karyawan Eksplorasi. Mereka bertugas melakukan sosialisasi hanya saja tidak secara resmi,” paparnya di hadapan para Pendemo.

Mereka yang tergabung di dalam LMB itu sudah dibekali materi sosialisasi untuk menyampaikannya kepada masyarakat.

Pihak melakukan sosialisasi informal karena dinilai lebih efektif ketimbang sosialiasi di tingkat Desa hanya sekali dan belum tentu semua orang menghadiri.

Jawaban Quin ternyata mendapat tanggapan serius dari salah seorang pengunjuk rasa, Alimuddin alias Ales.

Ales menuding bahwa Quin melakukan kebohongan publik dengan menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi selama empat kali sejak tahun 1996. Padahal AMNT baru saja berada di Sumbawa tahun lalu.

“Sosialisasi yang katanya empat kali itu pembohongan publik. AMNT bukan PTNNT. Di sini kami tidak tahu menahu AMNT, sampai hari ini perusahaan tidak pernah melakukan sosialisasi. Kami tidak menuntut jika sudah melakukan sosialisasi,” tegas Ales.

Dia menambahkan bahwa pihaknya tidak ingin mendengar kabar AMNT dari orang atau pihak lain. Yang diinginkan AMNT yang memberikan informasi secara langsung.

Quin yang kaget akhirnya memberikan penjelasan bahwa memang benar perusahaan berganti nama tapi secara struktur dan sistem maupun lokasi proyek tambang sama dengan PT.NNT.

“Perusahaan pada dasarnya sama saja hanya berganti nama. Sistem, pekerja dan strukturnya sama saja. Lokasi pitnya juga sama,” kata Quin.

Tapi dia mengakui dengan label AMNT saat ini memang benar belum melakukan sosialisasi ke tingkat Desa. Dia pun menyimpulkan bahwa apa yang dilakukan oleh AMNT adalah sama dengan PT NNT.

“Bohong juga jika dikatakan kami tidak pernah sosialisasi karena kami sudah sosialisasi perubahan nama dan program kerja di tingkat Kabupaten,” tandasnya.

Dia juga mengakui belum pernah sosialisasi di tingkat Desa selama berlabel AMNT. [ KaBer/HNN ]

Profil Nazam

Nazam


Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook