Polda Kalbar Tangkap Calon TKI Asal Lombok Timur

Nazam   |   Hukum  |   Selasa, 15 Agustus 2017 - 18:53:12 WIB   |  dibaca: 165 kali
Polda Kalbar Tangkap Calon TKI Asal Lombok Timur

KORBAN : Sakirudin, salah seorang calon TKI asal Lombok Timur yang di amankan Polda Kalbar [ Foto : KaBer]

KABAR BERITA, Pontianak -- Kalimantan Barat sudah lama menjadi pintu utama masuknya TKI ilegal dari 23 provinsi Indonesia ke Malaysia. Hal ini terjadi karena Kalbar berbatasan langsung dengan Malaysia Timur. 

Dari 23 provinsi itu, TKI ilegal yang sering melalui Kalbar didominasi oleh TKI asal Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Maluku, dan terbanyak TKI asal Nusa Tenggara Barat [NTB]. Melalui pintu masuk Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Indonesia.

Entikong memiliki jalur perbatasan darat dengan negara Malaysia khususnya Sarawak. Bukan hanya jalur ke Malaysia namun juga pintu masuk ke negara Brunei Darussalam.

Sudah menjadi lumrah kalaupun penangkapan sering terjadi di provinsi perlintasan Indonesia - Malaysia itu. Ahad, 13 Agustus 2017 pada ahir pekan lalu penangkapan TKI yang dilakukan oleh Polda Kalbar sebanyak 16 orang warga Lombok, Nusa Tenggara Barat [ NTB ], mereka digiring ke Mapolda Kalbar lantaran tidak membawa dokumen ketenaga kerjaan luar negeri. Terpaksa ke 16 warga Lombok itu menghuni shelter Dinas Sosial Kalbar.

Mereka merupakan korban agen TKI Abal -abal [ tekong tidak resmi red ] di Lombok. Salah seorang calon TKI, Sakiruddin asal Lombok Timur mengatakan, mereka diamankan aparat kepolisian jajaran Polda Kalbar, beberapa saat setelah di dalam mobil usai terbang dari Lombok Intenasional Airport (LIA) ke bandara Supadio  Pontianak, empat hari lalu.

“Dari Polda baru kami dibawa ke dinas Sosial. Kami ditangkap saat mobil yang membawa kami baru jalan beberapa menit dari Bandara (Supadio),” kata Sakirudin. 

Sakirudin mengatakan, saat berangkat dari Lombok ke Malaysia, berniat untuk bekerja di perusahaan sawit. Karena kata dia, dikampungnya susah mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Kalau sekedar untuk makan, ada. Tapi untuk sekolah anak dan kalau mau nyari lebih itu susah,” imbuhnya kepada wartawan di shelter Dinas Sosial Kalbar. [KaBer /011]

Profil Nazam

Nazam

Ada 2 Komentar untuk Berita Ini

Usman
15 Agustus 2017 - 21:53:47 WIB

Yaeeee kok caranya nulis berita mataq ngantes he he

toilet cubicle
09 November 2017 - 19:16:56 WIB

Hmm is anyone else encountering problems with the images
on this blog loading? I'm trying to find out if its a problem on my end or if it's the blog.
Any responses would be greatly appreciated.

  • 1

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook