Korupsi ADD, Dua Kepala Desa ini Ditahan

Nazam   |   Hukum  |   Selasa, 15 Agustus 2017 - 23:41:06 WIB   |  dibaca: 77 kali
Korupsi ADD, Dua Kepala Desa ini Ditahan

KABAR BERITA, Tanjungpinang -- Kejari Tanjungpinang menahan Kepala Desa Penaga Hamdani  dan Kepala Desa Malang Rapat Yusron Munir. Ke duanya ditahan selelah diperiksa selama 5 jam di Ruang tim penyidik tindak pidana khusus, (Pidsus) Kejari Tanjungpinang, atas dugaan kasus penyelewengan Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2016.

Kasi Pidsus Kejari Tanjungpinang Beni Siswanto mengatakan, keduanya ditahan untuk proses pemeriksaan di Kejari Tanjungpinang selama 20 hari kedepan.

“Ini dua kasus korupsi, masing – masing dari mereka merugikan negara sebesar Rp 1,8 Milyar,” ucap Beni dihadapan awak media, Selasa ( 15/8/2017 ).

Modus yang digunakan membuat program sekolah olah sudah selesai.

“Dalam SPJ ( Surat Pertanggung Jawaban) nya sudah selesai 100 persen. Akan tetapi dalam kenyataannya kegiatan tersebut belum selesai,” bebernya.

Tersangka Y membuat kegiatan yang tidak ada di ADD. Salah satunya adalah pertandingan sepak bola. Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 2, Pasal, 3 junto Pasal 9 junto tindak pidana korupsi.

“Ancaman maksimalnya 15 tahun penjara,” ungkapnya.

Saat dikonfirmasi via telpon selulernya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Bintan, Ronny Kartika, kepada  wartawan mengaku kaget ketika mendapatkan kabar dua kepala desa di Bintan ditahan Kejari Tanjungpinang.

Berdasarkan jadwal, Selasa malam ini, Ronny mengikuti acara pemberian penghargaan desa terbaik se-Indonesia di salah satu hotel di Jakarta.

Ketika ditanya soal penahanan dua kades di Bintan, Ronny mengaku sangat kaget.

"Iya, kagetlah, mana tahu kita akan ada penahanan," ucapnya singkat. [ KaBer/009 ]

Profil Nazam

Nazam


Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook