Wabup KSB Sebagi Saksi Korupsi Dana UP Dikpora

Nazam   |   Hukum  |   Selasa, 22 Agustus 2017 - 09:57:38 WIB   |  dibaca: 53 kali
Wabup KSB Sebagi Saksi Korupsi Dana UP Dikpora

Wabup KSB, Fud Syaifuddin saat memberikan keterangan sebagai saksi di Pengadilan Tipikor Mataram [ Foto : KaBer/ BS ]

KABAR BERITA, Mataram -- Kasus dugaan korupsi penyalahgunaan uang persediaan (UP) pada dinas Dikpora Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tahun 2014 berlanjut hingga ke Pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Mataram, Senin (21/08/2017).

Persidangan tersebut menghadirkan Fud Syaifuddin, yang saat ini menjabat Wakil Bupati Sumbawa Barat. Sidang kali ini dipimpin Ketua Majelis Hakim Ferdinan Markus Leander, SH, MH., dan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Cyrilius Iwan Santosa Rumangkang SH.

Pada sidang itu juga menghadirkan terdakwa, Elisawati, didampingi dan kuasa hukumnya.

Di hadapan Majelis Hakim, Fud Syaifuddin, mengakui mengenal Elisawati dari orang tuanya. Namun dia tidak mengetahui secara langsung adanya perbuatan korupsi oleh Bendahara Dikpora KSB yang saat itu dijabat Elisawati.

Dihadapan Majelis Hakim, Fud mengaku mengetahui kejadian tersebut melalui pemberitaan di media massa bahwa ada pencairan uang melalui cek oleh Elisawati senilai Rp. 600 juta.

Fud membenarkan jika dirinya pernah membantu Elisawati untuk menjabat sebagai Bendahara Dikpora KSB. Hal  dilakukannya karena melihat kinerja dan Elisawati di BPM Des KSB yang dinilainya baik.

“Ibu Elisawati datang ke saya untuk dipindah ke Dispora dari BPM Des. Saya minta bantuan ke Sekda waktu itu Pak Musyafirin secara lisan. Oleh Sekda ternyata dikabulkan,” jelas Fud.

Ketika Majelis Hakim menanyakan apakah ada kaitan atau hubungan khusus terkait kasus ini  dengan dirinya, Wabup KSB itu mengaku tidak tahu menahu bahkan tidak paham aliran adanya.

“Saya tidak tahu ada hubungan perkara ini dengan kasus saya,” kilah Fud.

Namun Ketua Majelis Hakim, Ferdinan Markus Leander, SH, MH., mengatakan keterangan  yang diberikan Wabup KSB itu, berbeda dengan keterangan yang disampaikan saksi lain yang menyebutkan keterkaitan dirinya.

“Keterangan saksi yang lain berbeda dengan keterangan saksi sekarang (Fud  red ). Seharusnya sama. Tidak boleh main-main dalam perkara ini,” tegas Ketua Majelis Hakim.

Majelis Hakim pun mengkonfrontir kepada terdakwa Elisawati. Oleh terdakwa bahwa keterangan Fud Syaifuddin ada yang salah.

“Sebagai terdakwa ada keterangan saya mengenai alur sebagai Bendahara dan alur uang UP itu. Saya bantu dalam bentuk materi dan barang. Saya antar uang itu ke rumah beliau (Pak Wabup ).Tapi tidak ada yang lihat. Kata Elisawati mengakui.

Mendengar  keterangan dari terdakwa ( Elisawati ). Ketua Majelis Hakim, Ferdinan Markus Leander, SH.,MH., Mengingatkan  kepada Wabup KSB sebagai saksi agar kembali hadir di muka persidangan untuk memberikan keterangan lanjutan dalam agenda persidangan berikutnya. Dan mengatakan agar Wabup KSB itu jangan takut jika memang tidak bersalah. [ KaBer/BS ]

Profil Nazam

Nazam


Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook