Dikampung ini Pada Musim Kemarau Harga Air Mencapai Rp. 150 ribu Per Tanki

Nazam   |   Kesehatan  |   Rabu, 23 Agustus 2017 - 00:12:10 WIB   |  dibaca: 41 kali
Dikampung ini Pada Musim Kemarau Harga Air Mencapai Rp. 150 ribu Per Tanki

Aparat kepolisian dan BPBD Tuban saat memberikan bantuan air bersih untuk warga bukit kapur. [ Foto : HNN ]

KABAR BERITA, Tuban -- Dua bulan terakhir memasuki musim kemarau, warga yang tinggal di Dusun Klampeyan, Desa Grabagan dan Desa Ngandong, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban mengalami krisis air bersih. Krisis air bersih di desa itu karena tidak ada sumber air maupun aliran melalui pipa ke pemukiman yang ada di puncak pegunungan itu. 

Bahkan untuk membeli air saja mereka harus turun ke kampung lain dengan jarak sekitar 2 kilometer. 

“Sudah saya kecil memang setiap musim kemarau kekeringan seperti ini. Memang tidak ada sumber air di sini,” kata salah seorang warga Dusun Klampeyan, Kecamatan Grabagan,Tamaji ( 22/8/2017 ). 

Ia mengaku untuk mendapatkan air bersih harus beli dengan harga Rp 500 untuk dua jurigen jika mengambil sendiri. Namun jika airnya langsung diantar ke rumah warga yang membeli harganya sudah menjadi Rp 500 untuk satu jurigen yang berisikan sekitar 30 liter air. 

“Sekarang sudah ada sepeda motor, jadi warga banyak yang beli langsung ke tempat penjual air. Kalau dulu susah, harus jalan kaki hingga 2 kilo meter untuk mengambil air,” keluhnya.

Sebagian warga yang tergolong mampu biasanya membuat tandon tampungan air hujan selama musim penghujan. Namun, stok tampungan dari air hujan itu bisanya hanya bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-sehari selama satu bulan saja karena digunakan oleh orang banyak.

“Selama musim kemarau ini tampungan saya sudah ngisi tigakali, karena yang air hujan sudah habis,” ungkap Triwati (54), seorang ibu rumah tangga warga Desa Ngandong, Kecamatan Grabagan.

Untuk mengisi tandon tampungan air biasa warga membeli melalui kendaraan truk tangki dengan harga Rp 150 ribu per tangki. Satu tangki air bersih itu biasanya akan habis dalam waktu sekitar 2 minggu saja untuk digunakan enam keluarga.

Selama musim kemarau ini, warga sudah beberapa kali mendapatkan bantuan droping air bersih baik dari BPBD dan juga Polres Tuban. Warga yang tinggal di puncak pegunungan kapur itu berharap supaya segera ada program aliran air bersih ke kampung mereka untuk mengatasi krisis air bersih yang terjadi setiap tahun. [ KaBer / HNN ]
 

Profil Nazam

Nazam


Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook