Fahri Hamzah : Pemerintah Harus Sikapi Kekejaman Militer Myanmar Terhadap Etnis Rohingya

Nazam   |   Internasional  |   Jumat, 01 September 2017 - 20:55:02 WIB   |  dibaca: 243 kali
Fahri Hamzah : Pemerintah Harus Sikapi Kekejaman Militer Myanmar Terhadap Etnis Rohingya

KEJAM : Militer Miyanmar Bakar Rumah Etnis Rohingya

KABARBERITA.CO.ID -- Kekejaman yang dilakukan rezim militer berkuasa di Myanmar terhadap etnis Rohingya harus dihentikan. Dan pemerintahan Jokowi-JK diminta bertindak lebih dalam menyikapi tragedi kemanusiaan tersebut. Sebab jika mereka (orang Rohingya) diusir dan dibantai karena agama maka Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Tentang menyembah Tuhan. Dan jika mereka dibantai karena etnik manusia maka Pancasila adalah Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.

Demikian ditegaskan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dalam pernyataan rilisnya yang dikirim ke redaksi kabarberita.co.id,  Jumat (1/9/2017).

Menurut Fahri, Indonesia sebagai salah satu negara yang menjadi anggota dari berbagai organisasi negara kawasan Asia dan dunia, bisa menggunakan pengaruhnya untuk mencari jalan menghentikan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan rezim militer Myanmar terhadap etnis Rohingya.

"Gunakanlah forum-forum dunia, ASEAN, OKI atau PBB untuk meminta ketegasan agar pembantaian terhadap etnis Rohingya dihentikan. Sebab jika secara regional maka akan tidak bisa dihentikan. Maka inilah bibit penyakit yang bisa menjalar," kata Fahri.

Dia menambahkan sebenarnya pemerintah Indonesia sudah melakukan banyak hal kepada Myanmar. Di era pemerintahan SBY misalnya secara khusus, kata Fahri, telah mengambil upaya penuh untuk menarik Myanmar menjadi negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dalam melaksanakan pemilu ( Jurdil) , setelah rezim militer berkuasa begitu lama di negara tersebut.

Begitu juga dengan pemerintah Jokowi-JK yang lebih mengutamakan misi kemanusiaan kepada etnis Rohingya. Namun pertumpahan darah dan pembantaian yang menjurus ke genosida terus terjadi kepada etnis Rohingya.

"Kita tidak saja menyaksikan peristiwa mengerikan yang dialami etnis Rohingya lewat viral meme dan video pendek di media sosial tapi juga dari berita-berita kantor berita resmi," ujar Fahri.

Secara pribadi, Fahri mengutuk tindakan tak berprikemanusiaan yang dilakukan rezim militer Myanmar di tengah upaya mewujudkan demokrasi. 

"Kita memang ingin menjaga demokrasi Myanmar yang telah berjalan di tengah keinginan segelintir elite militer untuk kembali tetapi justru nyawa manusia tak berdosa jauh lebih mahal dari apapun," katanya.

Dia menegaskan tindakan pengusiran dan pembantaian etnis Rohingya sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

Oleh karena itu menurut Fahri atas nama Pancasila dan rakyat Indonesia, pemerintah harus bertindak lebih untuk menghentikan pembantaian terhadap etnis Rohingya.

"Kepemimpinan Indonesia dinantikan dunia saat ini. Ruang kosong diplomasi harus diaktifkan agar Indonesia dikenal dan akhirnya memimpin dunia. Inilah kepemimpinan Pancasila yang menjadi dasar bagi peradaban Indonesia," ujar Fahri Hamzah mengahiri.  [ KaBer / 01]

Profil Nazam

Nazam


Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook