Muslim Rohingya Dibantai, TGB : Tak Pantas Aung San Suu Kyi Mendapat Nobel Perdamain

Nazam   |   Dunia Islam  |   Sabtu, 02 September 2017 - 10:25:55 WIB   |  dibaca: 63 kali
Muslim Rohingya Dibantai, TGB : Tak Pantas Aung San Suu Kyi Mendapat Nobel Perdamain

Aung San Suu Kyi, paling atas tokoh yang mendapat nobel perdamaian.

KABARBERITA.CO.ID -- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH Muhammad Zainul Majdi menyoroti persoalan yang terjadi di Myanmar, pembantaian terhadap muslim Rohingya oleh militer Myanmar menjadi Pertanyaan besar bungkamnya tokoh Myanmar, Aung San Suu Kyi terhadap persoalan yang jelas terlihat didepan matanya. 

Aung San Suu Kyi, yang dikenal sebagai tokoh yang mendapat nobel perdamaian dunia kini bungkam padahal kejadian jelas - jelas didepan matanya yakni pembunuhan terhadap muslim Rohingya.   

"Saya pikir, orang yang membiarkan pembantaian tidak pantas dicatat sejarah sebagai penerima nobel perdamaian," ujar Pria yang populer dengan sebutan Tuan Guru Bajang (TGB) di masjid Hubbul Wathan, Islamic Center NTB, Jumat (1/9/2017).

TGB memandang, sikap bungkam di tengah tragedi kemanusiaan tak pantas dibiarkan seorang penerima nobel perdamaian. Sebagai lambang perdamaian, Aung sejatinya harus bersuara Lantang  dan menengahi konflik yang menimpa warga muslim Rohingnya. Oleh karenanya, TGB mendesak komite nobel mencabut gelar tersebut. 

"Jadi harusnya dicabut dan diberi sanksi Internasional," tegas TGB. 

TGB mengaku heran lantaran komunitas internasional seperti menutup mata dan tidak ada pernyataan yang keras, apalagi hukuman atau sanksi kepada Pemerintah Myanmar. Padahal, dari sisi kemanusiaan, dan nilai-nilai agama kata TGB, tidak ada satu agamapun yang mengajarkan pembantaian. 

Dikatakannya pembantaian ini sebagai tragedi kemanusiaan yang menimpa orang-orang yang lemah. 

"Beberapa hari terakhir kita lihat pembantaian terhadap orang-orang lemah,  tidak bersenjata,  anak-anak, perempuan, orang tua, (jumlahnya) ribuan, miris kita melihatnya,  ini  termasuk kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh militer Myanmar,  harus disikapi serius oleh pemerintah". Tegas TGB. [ KaBer / 03 ]

Profil Nazam

Nazam


Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook