Perkosa Anak di Bawah Umur, Seorang Biksu Vihara Purnama Mahayana Ditangkap Polisi

Nazam   |   Hukum  |   Sabtu, 02 September 2017 - 12:46:13 WIB   |  dibaca: 31 kali
Perkosa Anak di Bawah Umur, Seorang Biksu Vihara Purnama Mahayana Ditangkap Polisi

KABARBERITA.CO.ID -- Seorang suhu di Vihara Purnama Mahayana, Nongsa, Batam, yang diketahui bernama Yo Chu Hi alias Hendra diduga mencabuli dan mengeksploitasi terhadap anak di bawah umur.

Komisioner Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah (KPPAD) Kepri Eri Syahrial mengatakan, awalnya KPPAD Kepri mendapatkan laporan dari masyarakat tentang adanya pencabulan dan eksploitasi anak di bawah umur.

"Korbannya ada lima orang. Empat diantaranya masih anak dibawah umur dan satu orang dewasa di Vihara Purnama Mahayana," ujarnya, Senin (28/8) pekan lalu. 

Dari informasi tersebut, kemudian KPPAD bersama dengan paguyuban pasundan mendatangi Vihara Purnama Mahayana, Nongsa dan menemukan lima korban, yakni Sa, 12, Dw, 17, Sw, 15, yang merupakan korban perempuam, serta Dw, 17 dan Yl, 19 yang merupakan korban laki-laki.

"Waktu kita jemput, pengakuan dari korban bahwa mereka telah dicabuli sama suhu yang membawahi vihara itu. Dari kelimanya, yang dicabuli dua anak, Sa dan Sw," katanya.

Usai menjemput korban dari vihara tersebut, kemudian anak-anak yang masih di bawah umur itu dibawa dan dalam pengawasan KPPAID Kepri bersama dengan paguyuban Pasundan.

"Terhadap korban, kita upayakan untuk pendampingan proses hukumnya dan kita koordinasi bersama dengan Polresta Barelang," katanya.

Eri menjelaskan, para korban sebelumnya di ajak oleh Hendra untuk melaksanakan kegiatan sosial di Jakarta. Namun, sesampainya di Jakarta, korban ditempatkan di salah satu hotel di Jakarta dan dicabuli oleh Hendra.

"Mereka di imingi uang, dibelikan hape, digaji setiap bulannya. Setelah melakukan cabul, mereka diintimidasi untuk jangan cerita kepada siapa pun," jelas Eri.

Dikomfirmasi, Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Agung Gima Sunarya, Sabtu ( 2/9/2017 ) mengatakan untuk sementara ada 2 pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah oknum biksu YCH dan BGS selaku pengurus dan pengelola Vihara Purnama Mahayana.

Rencananya, sore nanti sekitar pukul 16.00 WIB tersangka YCH langsung diberangkatkan dengan pesawat menuju Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Agung menambahkan tersangka dilaporkan oleh lima korban anak di bawah umur. Kelima korban mengaku mendapat perlakuan yang tidak senonoh saat bekerja di vihara. Selain itu, korban mengaku tidak mendapatkan upah selama bekerja di Vihara Purnama Mahayana.

Bahkan ironisnya lagi, kedua korban perempuan yang masih di bawah umur mengaku dicabuli oknum biksu di salah satu hotel di daerah Jakarta sebelum dibawa ke Kota Batam untuk dipekerjakan di vihara tersebut. 

Sayangnya, untuk dugaan kasus pencabulan, polisi masih melakukan koordinasi dengan Mabes Polri serta Polda Metro Jaya. Hal itu disebabkan tempat kejadian pelecehan seksual berada di Jakarta.

"Mereka telah melanggar UU Perlindungan Anak, dengan mempekerjakan anak di bawah umur, atau eksploitasi anak," kata Agung. [ KaBer / BTD ] 

Profil Nazam

Nazam


Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook