Ternyata San Suu Kyi Persulit Bantuan Untuk Muslim Rohingya

Nazam   |   Dunia Islam  |   Sabtu, 02 September 2017 - 16:03:40 WIB   |  dibaca: 127 kali
Ternyata San Suu Kyi Persulit Bantuan Untuk Muslim Rohingya

Barack Obama Memeluk Aung San Suu Kyi memberi ucapan selamat usai pidato.

KABARBERITA.CO.ID -- Fakta membuktikan, Aung San Suu Kyi  bukan lagi seorang pejuang HAM dan demokrasi yang dulu dikenal dunia. Alih-alih membantu etnis Rohingya, wanita yang kini menjabat sebagai penasihat negara itu malah mempersulit kerja PBB dan lembaga kemanusiaan lain di Myanmar.

Kantor penasihat negara yang dipimpin Suu Kyi menuding relawan kemanusiaan di Myanmar membantu kelompok militan Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA). Penyebabnya adalah temuan biskuit bantuan PBB di markas ARSA.

Tudingan itu tengah diselidiki. Namun, situasi memanas dan jaminan keamanan yang tidak memadai membuat PBB dan lembaga-lembaga kemanusiaan internasional terpaksa menarik ratusan personel mereka dari Myanmar.

Padahal, saat ini mereka sedang sangat dibutuhkan oleh etnis Rohingya di Negara Bagian Rakhine. Mengingat sejak pekan lalu militer Myanmar kembali melancarkan kejahatannya membunuh muslim Rohingya.

Terang saja banyak relawan berang karena tuduhan Suu Kyi. Menurut mereka, pernyataan itu berbahaya dan tidak patut.

”Tudingan Suu Kyi pada para relawan sangat tidak bertanggung jawab,” ujar Wakil Direktur Human Rights Watch (HRW) Asia Phil Robertson melalui WatsApp yang dkirimya ke redaksi www.kabarberita.co.id,  Sabtu ( 2/9/2017 ). 

Suu Kyi memang sejak lama dikritik pegiat HAM dunia karena memilih bungkam soal isu Rohingya. Dia terang-terangan tak mau mengecam kekerasan yang dilakukan tentara Myanmar terhadap etnis muslim tersebut.

Suu Kyi bahkan membantah etnis Rohingya dipersekusi. Padahal, banyak dokumentasi terpercaya yang mengatakan sebaliknya.

Pemimpin spiritual Tibet Dalai Lama mengaku sudah berkali-kali meminta Suu Kyi untuk membantu etnis Rohingya. Namun, pemenang Nobel Perdamaian 1991 itu tak bergeming. 

Terpisah, Ulil Abshar Abdalla menyatakan apa yang diucapkan Suu Kyi itu tidak layak keluar dari mulut seorang tokoh yang mendapatkan hadiah Nobel Perdamaian dan hadiah-hadiah serupa lainnya.

"Ucapan Suu Kyi itu memperlihatkan sikapnya yang islamofobia. Kalaupun tidak fobia terhadap Islam, paling tidak Suu Kyi fobia terhadap Muslim di Rohingya". Ujar Ulil. [ KaBer / 09 ] 


 

Profil Nazam

Nazam


Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook