Tragedi Myanmar, Pemuda Pancasila dan OKP NTB Gelar Aksi Desak Pemerintah Bersikap Tegas

Nazam   |   Internasional  |   Senin, 04 September 2017 - 19:20:35 WIB   |  dibaca: 57 kali
Tragedi Myanmar, Pemuda Pancasila dan OKP NTB Gelar Aksi Desak Pemerintah Bersikap Tegas

KABARBERITA.CO.ID -- Pemuda Pancasila ( PP ) NTB dan Puluhan OKP lainnya, menggelar aksi damai turun kejalan. Aksi itu merupakan wujud solidaritas terhadap apa yang menimpa etnis muslim Rohingnya di Myanmar, Senin (4/9/17) di Mataram.

Indonesia sebagai negara yang berketuhanan dan didalam pebukaan UUD 1945 mengatakan, penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan, juga dengan tegas ” lkut melaksanakan ketertiban dunia” dan begitupun yang tertuang dalam sila ke-2 PANCASILA “Kemanusiaan Yang Adii dan Baradab,”.

Pembantaian atas Muslim Rohingya oleh Militer Myanmar merupakan Kajehatan kamanusiaan yang cukun serius yang wajib disikapi oleh  Pemrintahan Jokowi- JK dan dunia internasional untuk di seret ke Pengadilan intemasional.

“Kekejaman yang menimpa terhadap warga rohingnya sudah berkali kali, sehingga saat ini kami meminta kepada pemerintah jokowi-JK bersikap,” tegas Ketua Majelis Pengurus Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila NTB, Lalu Wirahman dalam orasinya.

Indonesia merupakan Negara Muslim terbesar di dunia dan kebetulan Warga yang mengalami kejahatan dan kebiadaban militer Myanmar adalah warga masyarakat Muslim yang minoritas dibanding Budha. 

“Maka itu, Indonesia harus segera melakukan langkah diplomatik terhadap negara-negara Asean untuk mengeluarkan keanggotaan Myanmar. Massa aksi juga meminta Jokowi menarik duta besar Indonesia di Myanmar dan mengusir Kedubes Myanmar dari Indonesia,” tegasnya.

Selain itu, pria yang Akrab disapa Mamik Wir,  juga menegaskan, kepada media untuk menyampaikan keseluruh dunia dengan apa yang menimpa saudara kita di Rohingnya, tidak hanya berkutat pada persoalan agama, maupun suku, apa yang terjadi di Myanmar juga merupakan pelanggaran dari nilai-nilai kemanusiaan.

“Tragedi kemanusiaan ini sudah menjurus pada penghapusan etnis. Tak hanya berkaitan pada persoalan agama, maupun suku, apa yang terjadi di Myanmar juga merupakan pelanggaran dari nilai-nilai kemanusiaan. sembari Wir menegaskan, “Cabut Nobel Aung San Suu Kyi, usir Kedubes Myanmar, dan copot Myanmar dari anggota Asean,” Kata  Miq Wir.

Peserta aksi yang tergabung, Pemuda Pancasila, Nahdlatul Wathan, PMII, HMI Pemuda Muhammadiyah, GP Anshor, dan Laskar Mujahidin, BM PAN NTB, Hikmabudhi, PII, PW GPII, kesemuanya bersatu menyuarakan kegeraman atas kekejaman mikiter dan Biksu Budhis, Myanmar.

Sementara Perwakilan Dari Sekretaris KNPI NTB Lalu Adhar, Mengutuk keras terhadap apa yang menimpa kepada warga masyarakat Rohingnya di Myanmar. Apa yang terjadi saat Ini merupakan prilaku yang tidak mencerminkan rasa kemanusiaan.

“Saya mengecam, mengutuk apa yang dilakukan oleh pemerintah myanmar terhadap Warga Muslim Rohingnya,” katanya lantang.

Begitu juga denga Laskar Mujahidin mereka juga mengutuk dan meminta pemerintah Segera bersikap tegas. [ KaBer / 07 ]

Profil Nazam

Nazam


Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook