Mi6 Prediksi Pilgub NTB Hanya Dua Paslon

Nazam   |   Politik  |   Jumat, 15 September 2017 - 10:42:39 WIB   |  dibaca: 109 kali
Mi6 Prediksi Pilgub NTB Hanya Dua Paslon

Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto dan Sekretaris Mi6,Lalu Athari Fadlulah [ Foto : KaBer / Ist ]

KABARBERITA.CO.ID -- Dengan melihat dinamika politik dan konstelasi nasional, maka Mi6 menganalisis dan menduga besar kemungkinan Pilgub di NTB tahun 2018 endingnya akan menampilkan dua paslon yang bertarung secara head to head.

Kedua paslon tersebut mewakili koalisi indonesia hebat dan koalisi merah putih , minus Partai Demokrat. Hal ini terkait dengan Pilpres dan Pilleg 2019, untuk melihat secara pasti peta kemenangan dan konsentrasi votters masing-masing paslon yang mewakili dua kubu koalisi tersebut. Apapun hasil Pilkada serentak merupakan kunci kemenangan dlm Pilpres dan Pilleg 2019 karena mapping politiknya sudah jelas.

Demikian disampaikan Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto atau yang akrab disapa Didu didampingi Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fadlulah, Jum’at (15/09/2017) di Sekretariat Mi6, Mataram.

Selanjutnya Didu mengatakan bahwa Pilgub NTB maupun Pilbup NTB mau tidak mau, suka tidak suka akan menyesuaikan komposisi paslon yang bertarung dengan koalisi politik yang ada di nasional.

“Hal ini untuk memudahkan mengukur kekuatan peta dan blokking politik di masing-masing daerah pasca Pilkada serentak nanti,” ujar Direktur Mi6.

Dia berasumsi bahwa Pilkada serentak di NTB akan berlangsung dengan dinamika tinggi penuh gesekan politik yang sulit diprediksi .

Tidak hanya itu, Direktur Mi6 menilai bahwa kecendrungan mengerucutnya paslon yang bertarung mewakili dua kubu tersebut sudah nampak yakni di Pilgub NTB, Pilbup Lombok Barat, Lotim dan kota Bima. Ibarat main bola, maka Pilkada serentak ntb akan berlangsung secara suddent dead, head to head semuanya.

Untuk Pilgub NTB misalnya Didu merinci, jika deklarasi Ahyar Abduh pada tanggal 1 oktober 2017 yang diusung partai Gerindra jadi, maka pertanda secara de facto pertempuran Pilgub NTB sudah dibuka. Sementara itu Koalisi Indonesia Hebat dipastikan akan memasangkan Ali-Selly sebagai kuda perangnya dalam Pilgub NTB.

“Soal partai pengusungnya para kandidat tersebut akan diurus dan diremote dari lewat DPP dan para elite Jakarta,” lanjut Direktur Walhi NTB dua periode ini .

Sekretaris Mi6, Lalu Athari, menambahkan bahwa Pillkada NTB kali ini akan berlangsung ketat dan saling mengikat untuk menjaga marwah paslon maupun partai pengusungnya.

‘Kalaupun hari banyak calon yang tampil, pada akhirnya yang daftar di KPU hanya dua paslon yang mewakili koalisi partai Indonesia Hebat dan koalisi merah putih,” kata Athar optimis.

Selanjutnya Mi6 melihat dinamika politik yang saat ini mewarnai konstestasi Pilkada NTB serentak sebagai ajang untuk menyatukan barisan dan melihat peta awal kekuatan kawan dan lawan.
Sehingga pada saatnya nanti akan ada garis demarkasi yang jelas saat gong resmi dibuka KPU.

Lebih jauh dia utarakan, khusus Partai Golkar dipastikan akan tetap setia dan komitmen tetap di koalisi Indonesia hebat. Karena sejak awal Golkar sudah mendukung Jokowi sebagai capres thn 2019. Maka dlm Pilkada NTB, mau tidak mau Golkar NTB diduga akan menyesuaikan fatsun politiknya dengan koalisi Nasional tersebut.

Kemudian lanjutnya proses dan dinamika politik selanjutnya akan penuh kejutan, karena politisi partai Golkar terbiasa mengatur ritme bandul politik di injury time di saat partai Golkar terkena prahara politik bertubi-tubi seperti sekarang ini.

Mengenai partai Demokrat, di dalam konstestasi Pilkada NTB nanti, dia meneroponf bahwa besar kemungkinan merapat ke koalisi Indonesia hebat yang dipelopori PDIP dan sejumlah partai pendukung pemerintah. Sinyal ini sudah nampak, saat AHY ke Istana Negara bertemu putera presiden Jokowi.

Kedua, momentum Peringatan HUT RI ke 72 lalu. SBY hadir ke istana dan bersalaman akrab dengan Mantan Presiden RI, Megawati yang juga Ketua DPP PDIP usai acara.

“Rangkaian momen tersebut merupakan indikasi Demokrat ingin bersama koalisi indonesia hebat,” ungkap Mi6.

Pesan politiknya umbar Didu, dapat dilihat khalayak pada Pilbup Lotim. Bahwa PDIP diduga akan melepas Sukiman Azmi jika tetap diusung Gerindra. PDIP diprediksi lebih memilih paket lain yakni Samsul Lutfi yang diusung demokrat atau Lale Yakutunnafis yang diusung Hanura .

Sementara di Pilbup Lobar sambung Didu, calon populis Bupati Lombok Barat yang juga Ketua DPW Partai Perindo NTB , H Izzul Islam langsung diusung dan dipaketkan oleh DPD PDIP NTB dengan Ketua PKB Lombok Barat, TGH. Khudori.

“Meskipun belakangan PDIP Lobar mengklarifikasi bahwa paket tersebut belum final hanya wacana. Tapi itu petunjuk awal bahwa turunan politik koalisi Indonesia hebat sudah jalan masiv,” lanjut Didu.

“Bahwa pada Pilbp Lobar calon yng bertarung juga dua paslon saja , termasuk pemilihan Walikota Bima diprediksi hanya dua calon terkuat yakni Lutfi dan Haji Man.

Terlepas itu semua Mi6 menilai bahwa konstestasi Pilkada serentak di NTB 2018 akan berjalan secara mekanis dan terkomando secara tertib. Tidak ada lagi insureksi ataupun bergerak secara sembarangan. Hal ini agar tidak menjadi blunder politik yang tidak menguntungkan salah satu blok politik yang bertarung.

“Yang pasti Lembaga survey dan Media akan memainkan peran yang strategis untuk memenangkan paslon nanti nya,” pungkas Sekretaris Mi6, Lalu Athari. [ KaBer/05 ]

Profil Nazam

Nazam


Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook