Istimewakan Salah Satu Bakal Calon, Pengamat Ingatkan DPC Demokrat Rote Ndao Belajar dari Masa Lalu

Nazam   |   Politik  |   Jumat, 22 September 2017 - 10:50:01 WIB   |  dibaca: 383 kali
Istimewakan Salah Satu Bakal Calon, Pengamat Ingatkan DPC Demokrat Rote Ndao Belajar dari Masa Lalu

KABARBERITA.CO.ID -- Pengamat Politik dan Kebijakan Daerah, Usman Yunanto menyayangkan sikap Ketua DPC Partai Demomrat Rote Ndao dan DPD Partai Demokrat Nusa Tenggara Timur [ NTT ] yang dinilainya memberikan kistimewaan terhadap Bakal calon Bupati yang telah di diskualifikasi.

Meski tidak ditemukan indikasi yang mencurigakan, akan tetapi dengan adanya perlakuan khusus terhadap salah satu calon, kata dia, hal itu merupakan sinyalemen adanya pelanggaran etika yang di lakukan oleh DPC Demokrat Rotr Ndao.

“Jelas sudah bertentangan dengan aturan atau keputusan partai yang ditetapkan oleh Panitia atau Tim 7 penyaringan Balon Bupati. Sikap curang ini menjadi pertanyaan beberapa pasangan Balon Bupati Rote Ndao yang akan bertarung di Pilkada serentar 2018 mendatang,” ungkap Usman Kamis, [21/9/2017].

Menurut dia, sebagai partai yang tumbuh di era reformasi, seharusnya Demokrat banyak belajar dari pengalaman kasus yang mendera di elit tingkat pusat beberapa waktu silam. 

“Seperti adanya perlakuan khusus terhadap Nazaruddin, sehingga bendahara partai itu pun membuat ulah yang berakibat pada hilangnya kepercayaan publik di partai berlamabang bintang Mercy tersebut,” jelas dia.

Terkait dengan satu calon yang telah didiskualifikasi, kata dia, sebenarnya ini sudah resmi tidak dapat diakui lagi karena kandidat ini tidak dapat hadir dalam mengikuti salah satu tahapan Pemilukada di daerah Kabupaten Rote Ndao.

“Yakni fit dan proper test. Hal ini menyebabkan bakal calon, Ny. Paulina Haning-Bullu, sudah didiskualifikasi Tim 7, panitia penyaringan Bakal Calon Bupati dan wakil Bupati Rote Ndao,” ujar Usman.

Menurutnya, agar tidak timbul prasanga buruk, lanjut Usman, seharusnya DPC Demokrat memberikan perlakuan yang sama seperti calon- calon yang lain. Sehingga tidak timbul asumsi negatif ditengah masyarakat.

“Tindakan ini tentu dapat merusak citra atau nama baik partai demokrat, Ini baru sebatas tes fit dan proper test saja sudah ada perlakuan khusus, bagaimana nanti jadi calon?,” tutup Usman. [KaBer/HNN]

Profil Nazam

Nazam

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

toilet cubicle
08 Desember 2017 - 01:36:38 WIB

Undeniably believe that which you stated. Your favorite
justification seemed to be on the net the simplest thing to
be aware of. I say to you, I definitely get annoyed while
people consider worries that they just do not know about.
You managed to hit the nail upon the top as well as defined out the whole thing without having side effect , people can take a signal.
Will likely be back to get more. Thanks

  • 1

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook