Bocah Asal Lombok Timur ini Masuk Babak Final MTQ Internasional

Kabar Berita   |   Dunia Islam  |   Selasa, 10 Oktober 2017 - 13:13:11 WIB   |  dibaca: 209 kali
Bocah Asal Lombok Timur ini Masuk Babak Final MTQ Internasional

Lalu Muhammad Khairurrazaq Al-Hafizi mewakili Indonesia pada ajang MTQ Internasional di Arab Saudi. [KaBer/ist/]

KABARBERITA.CO.ID - Lalu Muhammad Khairurrazaq Al-Hafizi berhasil masuk babak final dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional King Abdul Aziz di Mekah, Arab Saudi.

Bocah asal, Dusun Berangkaq desa Kerongkong Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur, NTB ini mewakili Indonesia pada MTQ tingkat internaaional pada ajang hafalan Alquran  15 juz. 

Lalu Muhibban, ayah Khairurrazaq mengatakan, setelah menjadi juara 1 tingkat Asia Pasifik, Khairurrazaq memang dipersiapkan untuk mewakili Indonesia dalam ajang internasional. Babak penyisihan dilaksanakan tanggal 5 Oktober, pesertanya mencapai ratusan.

Pada babak penyisihan ini kata Muhibban,  Khairurrazaq sempat keliru melanjutkan hafalan. Dia bahkan dituntun untuk bisa memperbaiki hafalannya. Kekeliruan yang sempat terjadi tersebut, syukurnya tidak fatal. Khairurrazaq berhasil lolos babak penyisihan dan masuk final.

Khairurrazaq menguasai 4 variasi dalam menjawab hafalan dari juri. Berbeda dengan peserta lainnya variasinya monoton. Itulah nilai plus yang membuatnya bisa maju ke final. 

“Saya tetap telepon dia, saya kasi tahu strategi. Misalnya jangan terlalu cepat, buatkan jeda. Dan sampai detik mau tampil, dia telepon saya. Alhamdulillah, saat final, apa yang saya ajarkan dipakai. Penampilannya mulus, gunakan 4 variasi lagi,” katanya Senin (9/10/2017).

Muhibban sendiri tidak bisa mendampingi Khairurrazaq di Makkah. Khairurrazaq didampingi tim dari Kementerian Agama (Kemenag) RI. Hasil lomba ini akan diumumkan, Rabu 11 Oktober besok.

“Kalau di Makkah, Beda sistimya dengan kita di Indonesia, karena disana itu finalnya saja diikuti puluhan orang makanya kadang juara satu itu bisa saja 3 orang,” jelasnya.

Menurut Muhibban, putranya diajarkan menghafal Alquran sejak kelas tiga sekolah dasar. Menurut Muhibban, proses belajar putranya tidak terlalu ketat.

Dia meminta putranya untuk menghafal Alquran seusai istirahat pulang sekolah. Perlahan tapi pasti, dalam hitungan satu tahun perjalanan menghafal Alhafizi berhasil memperoleh tujuh juz Alquran.

" Sehingga dalam setahun dia telah menghafal tujuh juz ditambah nomor ayatnya," kata Muhibban.

Muhibban mengatakan, proses hafalan yang dilakukan putranya bukan dimulai dengan paksaan. Muhibban meminta putranya mendasarkan proses hafalan pada niat untuk beribadah di jalan Allah.

"Saya menekankan, usahakan menghafalkan lillahi ta'ala. Untuk itu, terbawa sampai sekarang," ujar pria asal Dusun Brangkaq, Desa Krongkong, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat itu. [ KaBer/07 ]

Profil Kabar Berita

Kabar Berita


Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook