Pasangan "SUKMA" Jangan Terlena dengan Hasil Survey

Kabar Berita   |   Politik  |   Senin, 20 November 2017 - 19:07:19 WIB   |  dibaca: 30 kali
 Pasangan "SUKMA" Jangan Terlena dengan Hasil Survey

Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, SH ( Foto : KaBer / Ist)

KABARBERITA.CO.ID - Paket SUKMA jangan demam panggung karena masih dianggap memiliki popularitas dan elektabilitas terkuat diantara pasangan calon (paslon) lain dalam Pilkada Lombok Timur (Lotim).

"SUKMA tidak boleh terlena dengan capaian rating elektabilitas politik sementara karena gong pertandingan belum resmi dimulai. Paket paslon lain, Samsul Lutfi-Zulkifli dan HARUM harusnya lebih kreatif dalam meraih simpati pemilih," kata Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, SH melalui press release yang diterima redaksi kabarberita.co.id, Senin, (20/11/2017). 

Menurut Direktur M16, semenjak Sukiman divonis bebas murni oleh Majelis Hakim Tipikor, popularitas Sukiman-Rumaksi melejit sebagai paslon, khususnya Sukiman. Beberapa bocoran lembaga survey melihat trend elektabilitas paket SUKMA. "Tapi itu dulu diawal-awal momentum Sukiman di vonis bebas," ujarnya.

Saat ini seiring dengan mengerucutnya paslon lain seperti Samsul Lutfi-Zulkifli maupun Khaerul Warisin-Machsun, konstelasi pilkada Lombok Timur makin dinamis dan unpredictable, sulit ditebak preferensi politiknya , khususnya ditingkat basis karena munculnya the rising star dibarisan Cawabup. 

"Selama ini opini terbangun sebatas asumsi tentang kekuatan dan mesin politik para paslon tersebut," ujar Didu, panggilan akrab Direktur M16 sembari mengatakan kalau ada survey baru sebatas informasi calon bupati. 

Seiring makin mendekatinya waktu pendaftaran di KPU, lanjut Didu , semua calon Bupati Lombok Timur, dimata M16 masih belum bisa menunjukkan geliat politik yang sesungguhnya dalam meraih persepsi pemilih , diluar loyalis vottersnya. 

"SUKMA masih diasumsikan unggul dibanding paket lain karena mencerminkan perimbangan kekuatan politik utara selatan," katanya. 

Sementara paslon lain, Samsul Lutfi-Zulkifli dan paket HARUM harusnya lebih kreatif dalam meraih simpati pemilih agar nuansa Pilkada Lombok Timur lebih dinamis dan semarak. Hal ini mengingat ada kesan suasana greget Pilkada Lotim cenderung biasa saja dibanding suasana Pilkada di wilayah lain. 

"APK yang terpasang minimalis dan ada kesan di masyarakat paket SUKMA dianggap sudah memenangkan Pilkada Lotim meski pendaftaran di KPU belum dimulai," kata Didu panggilan akrab direktur M16. 

Didu juga mendengar rumors yang beredar bahwa dalam Pilkada Lotim ada paket paslon yang linier dengan Paslon Pilgub NTB. "Ini bisa dimengerti untuk memudahkan kerja-kerja politik di basis agar suara konstituen tertib dan selaras dengan Paket Pilgub, Pilbup dan Pilwalkot," tambahnya. 

Sehingga masuk akal, lanjut Didu, kenapa paslon Samsul Lutfi-Zulkifli menunda waktu deklarasi karena masih menunggu kepastian terbentuknya koalisi linier yang dalam bebarapa hari ke depan akan terealisasi. 

"Besar kemungkinan Demokrat akan mempelopori koalisi linier untuk semua tingkatan Pilkada serentak di NTB ini," ungkapnya sembari mengatakan partai koalisi Demokrat kemungkinan besar PAN, PKS dan PBB. 

Selanjutnya Didu mengatakan tidak bisa dipungkiri di lapangan bahwa paket SukMa progres elektabilitas dimata masyarakat Lombok Timur masih belum tergoyahkan. "Meskipun begitu, SuKMa belum tentu memenangi Pilkada NTB jika basis-basis konstituennya tidak dirawat dengan baik," katanya. 

Selain itu paket Khaerul Warisan-Machsun (HaRum) sebagai incumbent tentu tidak ingin jadi pecundang dalam Pilkada Lotim. "HaRum pasti tidak ingin dipermalukan karena ingin mengulang sukses story pada Pilkada 2013," ujarnya. 

Dilain pihak paket Samsul Lutfi-Zulkifli, kata Didu, juga menanggung beban sejarah atas kekalahannya dalam Pilkada 2013. Sebagai sosok yang dicitrakan penerus kepemimpinan trah NW, Samsul Lutfi tentu akan berjuang sekuat tenaga untuk memenangi Pilkada Lotim ini. 

"Suara dan kantong NW pasti akan dirawat dan dijaga secara ketat agar tidak kecolongan oleh paslon lain," ujarnya. 

M16 melihat suara swing votter di Pilkada Lombok Timur masih cukup tinggi. Ini artinya setiap paket calon yang tampil masih memiliki peluang yang sama untuk memenangi konstestasi ini. "Meskipun elektabilitas SUKMA masih tinggi, tapi itu bukan mencerminkan perolehan suara di TPS," pungkasnya. ( kbr /10 )

Profil Kabar Berita

Kabar Berita


Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook