Presiden Jokowi Resmi Buka Munas-Konbes NU 2017

Kabar Berita   |   Nasional  |   Kamis, 23 November 2017 - 17:21:36 WIB   |  dibaca: 44 kali
Presiden Jokowi Resmi Buka Munas-Konbes NU 2017

KABARBERITA.CO.ID -- Presiden Joko Widodo secara resmi membuka Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017. Pembukaan itu ditandai dengan pemukulan beduk yang berlangsung di Islamic Center NTB, Kota Mataram, Kamis (23/11/2017), pukul 15 : 09 WITA.
Acara Munas-Konbes NU digelar Mulai, Kamis, 23-25 November. 

Pemukulan gendang dilakukan di atas panggung secara serentak bersama Rais 'Aam PBNU KH Ma'ruf Amin, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Mustasyar PBNU KH Maimoen Zubair, Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Wakil Ketua Panitia Robikin Emhas, dan Ketua PWNU NTB TGH Taqiuddin Manshur.

"Dengan ucapan bismillahirrahmanirrahim, saya buka secara resmi Munas dan Konbes NU 2017," ucap presiden Jokowi sesaat sebelum menabuh beduk.


Di hadapan peserta Munas-Konbes NU dan tamu undangan, Jokowi mengatakan, atas nama pemerintah mengapresiasi terselenggaranya Munas-Konbes NU 2017. Pihaknya menunggu rekomendasi-rekomendasi dari para ulama NU tentang apa yang harus dikerjakan oleh Pemerintah, terutama terkait radikalisme dan redistribusi aset demi pengembangan ekonomi.

Munas - Konbes NU 2017 yang mengusung tema “Menguatkan Nilai-nilai Kebangsaan melalui Gerakan Deradikalisasi dan Penguatan Ekonomi Warga”. Tema ini dipilih atas dasar kegelisahan NU terhadap perkembangan kondisi terkini di Tanah Air.

Diususngnya tema ini karena kondisi dan situasi kebangsaan kita yang diwarnai gejala erosi nasionalisme akibat berseminya ideologi fundamentalisme agama yang memupuk radikalisme serta dominasi ideologi fundamentalisme pasar yang memproduksi ketimpangan dan frustasi sosial,” ujarnya.

Dijelaskannya, dalam situasi ekonomi di mana yang kuat memangsa yang lemah, sindrom kalah dan tersingkir akan memicu radikalisme dan amuk sosial yang bisa dibungkus dengan jargon-jargon agama. Selain faktor paham keagamaan, deprivasi sosial-ekonomi jelas berperan penting di dalam tumbuhnya radikalisme.

Pembukaan Munas-Konbes NU itu dihadiri ribuan orang, termasuk peserta resmi forum ini yang terdiri dari jajaran pengurus PBNU, ratusan delegasi dari 34 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), serta 31 badan otonom dan lembaga NU. Turut diundang pula para petinggi lintas partai politik, pimpinan ormas Islam, pejabat tinggi negara, peneliti, dan duta besar negara-negara sahabat.

Peserta forum resmi ini akan tersebar di enam sidang komisi, yakni Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Waqi’iyyah (pembahasan masalah-masalah keagamaan aktual), Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Maudlu’iyyah (pembahasan masalah-masalah keagamaan tematik), Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Qanuniyyah (pembahasan masalah-masalah keagamaan berkaitan dengan perundang-undangan), Program, Organisasi, dan Rekomendasi.

Selain di Islamic Center NTB, perhelatan akbar tersebut juga melibatkan lima pondok pesantren sebagai lokasi utama, antara lain di Ponpes Nurul Islam (Mataram), Ponpes Darul Fallah, Ponpes Darul Hikmah, Ponpes Darul Qur'an, dan Pondok pesantren Al-Halimy. [ kbr / 11 ]

Profil Kabar Berita

Kabar Berita


Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook