Munas-Konbes NU 2017, Mbah Moen Ungkap Kesamaan Indonesia dan Etika Politik Rasulullah

Kabar Berita   |   Dunia Islam  |   Jumat, 24 November 2017 - 14:06:37 WIB   |  dibaca: 184 kali
Munas-Konbes NU 2017, Mbah Moen Ungkap Kesamaan Indonesia dan Etika Politik Rasulullah

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimoen Zubair . [ Foto : KaBer/Ist ]

KABARBERITA.CO.ID -- Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimoen Zubair memberikan pengarahan pada forum bahtsul masail ad-diniyah al-waqi'iyah Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konbes NU 2017, di Mataram, Jumat (24/11/2017). Dalam ceramahnya ia menjelaskan kesamaan Indonesia dan negara di zaman Rasulullah.

Menurutnya, negara yang dibangun Rasulullah menekankan pentingnya persatuan di tengah perbedaan. Di zamannya, Rasulullah SAW menghargai perbedaan pandangan.

Rasulullah SAW sangat menghargai kesepakatan yang dibuat dengan kaum musyrikin Mekkah. Di zaman Rasulullah hal ini pun terjadi seperti di Indonesia.

“Indonesia ini memang bukan negara Islam. Tetapi Indonesia ini dijiwai oleh sila pertama, berketuhanan yang maha esa. Sila inilah yang kemudian memancarkan kebaikan-kebaikan seperti tertuang dalam sila-sila berikutnya terkait kesejahteraan, persatuan, peradaban, keadilan sosial,” kata Mbah Maimoen.

Mbah Moen sapaan akrabnya, menceritakan hubungan politik Rasulullah SAW dalam perjanjian Hudaibiyah atau hubungan Rasulullah dengan penguasa-penguasa negara yang beragama Nasrani.

Rasulullah SAW juga tidak segan-segan berinteraksi secara personal dengan sahabat-sahabat dari Persi. Rasulullah, kata Mbah Moen, memberikan tempat istimewa bagi Salman asal Persi karena pengalaman-pengalaman di negeri asalnya yang memiliki peradaban lebih tua. [ Kaber/09 ]

Profil Kabar Berita

Kabar Berita


Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook