Timbulkan Permusuhan, Ujaran Kebencian Diharamkan dalam Islam

Kabar Berita   |   Dunia Islam  |   Sabtu, 25 November 2017 - 02:49:34 WIB   |  dibaca: 65 kali
Timbulkan Permusuhan, Ujaran Kebencian Diharamkan dalam Islam

Forum komisi Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Maudluiyah. [ Foto : KaBer/Ist ]

KABARBERITA.CO.ID -- Peserta Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes NU) 2017 di Lombok,  Nusa Tenggara Barat (NTB) sedang melangsungkan pembahasan 18 topik isu, Jumat (24/11/2017). 

Sebanyak tiga kategori pembahasan pada sidang tersebut yakni, Pertama, Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Waqi'iyyah yang membahas tentang frekuensi publik, investasi dana haji, izin usaha berpotensi mafsadah, melempar jumrah aiyamut tasyriq qablal fajri, dan status anak dan hak anak lahir di luar perkawinan.

Kedua, Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Maudlu'iyyah membahas tentang fikih disabilitas, konsep taqrir jama'i, konsep ilhaqul masail binazhairiha, ujaran kebencian, dan konsep amil dalam negara modern menurut pandangan fiqih, konsep distribusi lahan.

Dan yang ke tiga, Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Qonuniyyahyang membahas RUU lembaga pendidikan keagamaan dan pesantren, RUU antiteroris, tata regulasi penggunaan frekuensi, RUU komunikasi publik, RUU KUHP, RUU etika berbangsa dan bernegara, serta regulasi tentang penguasaan lahan.

Dalam forum sidang komisi Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Maudluiyah menyepakati ujaran kebencian termasuk kategori perbuatan tercela (akhlaq madzmumah). 

"Oleh karena itu lah haram dilakukan untuk kepentingan apa pun, termasuk untuk tujuan kebaikan seperti dakwah atau amar maruf nahi munkar," kata wakil sekretaris Lembaga Bahtusul Masail PBNU Mahbub Maafi di Ponpes Darul Falah, Pagutan, Kota Mataram, Jumat (24/11/2017).

Dari hasil kesepakatan forum, amar maruf nahi munkar tidak bisa dilakukan dengan kemunkaran, karena mengajak kebaikan juga harus dilakukan dengan kebaikan. "Oleh karena itu, amar maruf nahi munkar tidak dapat dibenarkan melalui ujaran kebencian yang dalam Islam merupakan bagian dari kemunkaran," kata Mahbub.

Dikatakan Mahbub, ujaran kebencian diharamkan karena menyerang kehormatan pribadi dan golongan yang dilindungi agama (hifdhl-irdh) dan membawa dampak yang serius bagi tata kehidupan sosial masyarakat, seperti permusuhan, pertikaian, dan kebencian antara satu orang dengan orang lain dan antara golongan dengan golongan yang lain. Menurut dia, perpecahan di kalangan golongan masyarakat akan mudah terjadi akibat ujaran kebencian yang menembus batas-batas pertahanan sosial masyarakat.

"Pada gilirannya, harmoni dan kerukunan masyarakat akan mudah terkikis dalam suasana dan iklim kebencian," jelasnya. 

Lebih jauh dikatakan Manhub, Sering kemajuan zaman media sosial telah menjadi sarana yang paling cepat dalam penyebaran ujaran kebencian, baik dalam bentuk lisan maupun tertulis. Saat ini, konten-konten ujaran kebencian mudah diakses dan tersebar ke seluruh lapisan masyarakat. 

"Penyebaran ujaran kebencian di media sosial pun sulit dibendung saking menjamurnya penggunaan alat modrn. bahkan telah masuk ranah kehidupan sosial masyarakat," ujarnya.

Ujaran kebencian merupakan salah satu dari lima pembahasan dari pembahasan yang lain, yakni fiqih penyandang disabilitas, distribusi lahan/aset, konsep amil dalam negara modern menurut pandangan fiqih, konsep taqrir jamaI, dan konsepilhaqul masail binadhairiha, ujar Manhub sembari mengatakan, keputusan  masing-masing komisi ini akan diresmikan pada Sabtu, 25 November dalam sidang pleno. 

Komisi Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Maudluiyah lebih fokus pada pembahasan isu-isu tematik-konseptual ketimbang membahas hukum halal-haram. Rumusannya dipaparkan dalam narasi dekriptif. Forum dipimpin oleh Katib Syuriyah PBNU KH Abdul Ghofur Maimoen mengenai pembehasan ujaran kebencian, tutup Mahbub Maafi. [ Kbr/09 ]

 

 

 

Profil Kabar Berita

Kabar Berita


Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook