Dibebani Biaya Perawatan, Joe Minta Direksi BPJS Mundur

Kabar Berita   |   Hukum  |   Rabu, 29 November 2017 - 17:24:30 WIB   |  dibaca: 527 kali
Dibebani Biaya Perawatan, Joe Minta Direksi BPJS Mundur

Korcab MP BPJS NTB, Masjuddin

KABARBERITA.CO.ID -- Koordinator Cabang Masyarakat Peduli BPJS (Korcab MP BPJS) Nusa Tenggara Barat, Masjuddin, menolak rencana BPJS Kesehatan yang akan melibatkan peserta untuk mendanai biaya perawatan (cost sharing) penyakit yang butuh perawatan medis lama dan memiliki biaya tinggi (katastropik). Seperti, Penyakit jantung, gagal ginjal, kanker, stroke, sirosis dan hepatitis, thalasemia, leukimia, serta hemofilia.

Menurut Joe (Sapaan Akrabnya), rencana BPJS Kesehatan ini merupakan pertanda bahwa jajaran direksi yang menjabat. tak mampu mengelola JKN.

“Pembebanan biaya untuk penyakit kronis kepada peserta BPJS merupakakn bentuk ketidakmampuan jajaran direksi BPJS kesehatan dalam mengelola JKN,” tegas Joe dalam keterangan persnya di mataram, Senin (27/11/2017) disela-sela kesibukannya mengikuti kegiatan penyegaran pendamping Desa.

Lebih lanjut, Joe, menyebutkan bahwa rencana kebijakan ini telah melanggar UU No. 40 tahun 2003 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) pasal 22 ayat 1 dan 2.

Pada ayat 1 disebutkan, “manfaat jaminan kesehatan bersifat pelayanan perseorangan berupa pelayanan kesehatan yang mencakup promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative, termasuk obat dan bahan medis habis pakai yang diperlukan”.

Sementara itu, ayat 2 menyebutkan, “Untuk jenis pelaynan yang dapat menimbulkan penaylahgunaan pelayanan, peserta dinekanakan urunan biaya”.

Jika menilik dari UU ini maka BPJS kesehatan wajib melayani seluruh peserta JKN atas seluruh jenis pelayanan kesehatan. Sedangkan urun biaya baru bisa dikenakan jika ada penyalahgunaan layanan.

Joe mengatakan, jika rencana ini akan direalisasikan, maka kami mendesak seluruh direksi BPJS Kesehatan untuk mundur dari jabatannya. [kbr /09]

Profil Kabar Berita

Kabar Berita


Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook