Kayu Stigi Pohon Khas Pesisir yang Kaya Manfaat

Kabar Berita   |   Kesehatan  |   Senin, 18 Desember 2017 - 13:19:30 WIB   |  dibaca: 789 kali
Kayu Stigi Pohon Khas Pesisir yang Kaya Manfaat

Pohon stigi (Pemphis acidula). Foto: KaBer / Istimewa

KABARBERITA.CO.ID -- Pohon stigi (Pemphis acidula) merupakan tumbuhan perdu yang tumbuh di daerah pesisir berkarang, berpasir, atau di tepi hutan mangrove. Tumbuh di daerah beriklim tropis yang tersebar luas di pesisir Asia Selatan yang meliputi Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Srilanka. Juga hidup di Pesisir Australia bagian utara, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Mikronesia, Fiji, Guam, Kaledonia Baru, dan Palau. Pohon stigi juga tersebar di Afika Timur seperti Maladewa, Mozambik, Tanzania, dan Seychelles.

Pohon stigi dikenal dengan berbagai nama lokal, antara lain Centigi, Cantinggi, Drini, Kastigi, Mentigi, Setigi, Sentigi, Santigi, dan Santiki. Pohon yang tumbuh di daerah beriklim tropis ini memiliki beberapa nama ilmiah atau sinonim sepertiLythrum pemphis L., Mangium porcellanicumRumph., Melanium fruticosum Spreng., Pemphis angustifolia Roxb., dan Pemphis setosa Blanco.

Pohon khas pesisir ini memiliki tinggi 4 – 10 meter. Batang berkelok dengan percabangan yang tidak teratur. Kulit batang berwarna abu-abu hingga cokelat tua dan bersisik. Daun tunggal dan tumbuh bersilangan. Berwarna hijau pucat, berdaging tebal, berbentuk elips atau lonjong bulat telur dengan panjang 1-3 cm dan lebar 0,3-1 cm.

Bunga stigi berwarna putih atau merah muda keputihan dengan diameter antara 0,7 – 1,0 cm yang tumbuh di ketiak daun. Bagian mahkota bunga terdiri atas 6 kuntum sedangkan kelopak bunga terdiri atas 12 helai. Buah stigi berwarna hijau dengan permukaan buah berambut, memiliki diameter sekitar 0,3 – 0,5 cm dengan mengandung banyak biji yang sangat kecil.

Bagi penggemar tanaman kerdil, pohon stigi menjadi salah satu tanaman yang dapat dijadikan bonsai. Karakteristik tumbuhan, mulai dari akar, batang, percabangan, daun, bunganya yang khas, ditambah dengan daya tahan tumbuhan dan pertumbuhannya yang lambat menjadikan pohon ini sebagai tumbuhan favorit di kalangan pencinta bonsai, bahkan memiliki harga yang sangat mahal.

Ancaman terbesar tumbuhan ini adalah meningkatnya konversi lahan, polusi dan bencana alam. Selain itu penebangan liar juga membuat keberadaan pohon ini semakin susah dijumpai di habitat alaminya. Hal ini dikarenakan banyak masyarakat mencari pohon stigi karena pohon ini dipercaya dapat menjadi obat herbal alternatif dengan manfaat seperti meredakan rasa sakit, menyembuhkan reumatik dan diabetes, serta meringankan penyakit kanker. Namun manfaat-manfaat klinis ini masih memerlukan kajian yang mendalam. Selain itu, bagi sekelompok orang, batang pohon stigi dipercaya memiliki kekuatan magis.

Maka dari itu, sebagai tumbuhan yang sulit dijumpai, pohon stigi masuk ke dalam salah satu komoditi yang dilindungi oleh pemerintah. Untuk memperolehnya, tidak bisa asal di tebang, harus memiliki surat khusus dan tujuan tertentu yang jelas manfaatnya. [**]

Oleh : Ahmad Baihaqi/Mahasiswa Pasca Sarjana Prodi Biologi UNAS


 

Profil Kabar Berita

Kabar Berita


Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook