Pilgub NTB 2018 Paket Zul-Rohmi Berpotensi Menjadi Kuda Troya

Kabar Berita   |   Politik  |   Jumat, 29 Desember 2017 - 15:18:52 WIB   |  dibaca: 95 kali
Pilgub NTB 2018 Paket  Zul-Rohmi Berpotensi Menjadi Kuda Troya

Direktu M16, Bambang Mei Finarwanto, SH (kanan) bersama Sekretaris M16, L. Athari Fadlulah, SE. (istimewa)

KABARBERITA.CO.ID -- Mi6 memandang kehadiran Dr. Zulkieflimansyah – Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah [Paket Zul - Rohmi] berpotensi menjadi kuda troya politik dalam Pilgub NTB 2018 yang patut diperhitungkan karena menjungkirbalikkan semua asumsi dan analisis politik lama . Dimana etnis minoritas asal pulau sumbawa, justru diberi trust dan ruang politik menjadi Cagub NTB 2018.

Meskipun paket ZulRohmi saat ini masih dipandang underdog dan lemah dari sisi jam terbang politik di NTB, disitulah daya tarik dan pesona PilGub NTB dimata publik. Dimana ada Cagub dan Cawagub NTB yang berani ditampilkan melawan kelaziman mindset pola pikir konvensional bahwa etnis mayoritas harus menjadi papan satu dalam setiap konstestasi Pilkada NTB sebelumnya .

Selain itu Kreator Politik dibalik tampilnya Zul Rohmi ingin memberikan pesan bahwa diera politik milenial ini meraih dukungan konstituen tidak harus berdasarkan fatsun politik identitas, tapi bagaimana konstituen bisa diedukasi dan dipenetrasi secara efektif lewat strategi dan taktik yang benar .

Demikian dikatakan Direktur Mi6 , Bambang Mei Finarwanto, SH dan Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fadlulah , SE melalui siaran pers , Jumat , (29/12/2017).

Bambang Mei F mengatakan sebagai kuda troya, Zul-Rohmi sudah diidentikkan sebagai eksperimen politik TGB supaya tongkat estafet kepemimpinan politik NW tetap terjaga." Ini nawaitu politik sesungguhnya dibalik munculnya paket Zul - Rohmi," jelasnya

Selain itu, dia mengatakan sebagai Play Maker yang andal , TGB tentu memiliki harapan dan kepentingan strategis agar ZulRohmi bisa memenangkan PilGub NTB apapun konsekwensinya.

" Keberanian politik TGB mengkreasi ZulRohmi patut diapresiasi karena berani mendobrak mindset politik lama, setidaknya kelak akan mengenang bahwa putra Sumbawa Besar yang pernah tampil sebagai Cagub NTB". Kata
direktur Mi6 yang akrab dipanggil Didu ini.

Sementara itu, sekretaris Mi6 Lalu Athari mengatakan, saat ini banyak pihak yang tidak mengunggulkan paket ZulRohmi bisa leading dlm PilGub NTB karena dianggap tidak memiliki pengalaman dalam pertarungan pilkada sebelumnya.

"Disinilah letak kekuatan dan pesona ZulRohmi disaat dianggap underdog," kata Athari.

Sekretaris Mi6 ini juga menekankan bahwa PilGub NTB akan berlangsung menarik dan penuh gesekan politik yang unpredictable. Ini terkait tampilnya tokoh tokoh karismatik yang memiliki power politik yang mumpuni.


" Jadi wajar PilGub NTB sesungguhnya pertarungan harga diri dan prestise para kandidat Cagub NTB," lanjutnya sambil memberikan perumpamaan bahwa dalam perang baratayudha PilGub NTB , TGB ibaratnya seperti "Prabu Sri Kresna" yang mengatur semua pergerakan pertempuran di PilGub NTB .

Reposisi Dukungan Politik

Sementara itu Didu memprediksi akan terjadi reposisi dukungan politik terkait konstelasi partai Golkar dengan terpilihnya Airlangga sebagai Ketum Golkar yang baru." Ini membuka peluang politik baru bagi para Paslon yang menginginkan didukung partai Golkar," ungkapnya .

Didu menambahkan Partai Golkar NTB sebagai pemenang pemilu legislatif 2014, tentunya punya kepentingan memenangkan semua pilkada serentak ini.

"Untuk itu tentu akan ada proses monitoring dan evaluasi internal terkait elektabilitas semua Paslon yang akan didukung final oleh Partai Golkar," ulasnya lagi

Terkait manuver politik PKB NTB yang terkesan membuat Baper banyak paslon, Didu justru menganggap hal tersebut sebagai kepiawaian PKB yang tidak ingin segera mengakhiri permainan menjelang injury time ini.

"PKB sadar posisi bahwa dirinya menjadi harapan banyak paslon ," kata Didu .

Kepastian sikap politik PKB ini akan ditentukan secara final awal medio Januari 2018 untuk semua tingkatan pilkada dengan kejutan politik yang elegan.

" PKB NTB diprediksi agak sulit berkoalisi dengan paket ZulRohmi karena ada barrier politik," sebut Didu mengahiri. [KaBer/05] 

Profil Kabar Berita

Kabar Berita


Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook