Lieus Sungkharisma : Tak Pantas La Nyalla Mengumbar Pak Prabowo

Kabar Berita   |   Politik  |   Sabtu, 13 Januari 2018 - 21:34:07 WIB   |  dibaca: 159 kali
Lieus Sungkharisma : Tak Pantas La Nyalla Mengumbar Pak Prabowo

Lieus Sungkharisma, menjadi orator pada aksi 411. Jakarta 4 November 2016. [Foto : KaBer/Ist]

KABARBERITA.CO.ID‎ -- Tokoh Tionghoa Lieus Sungkharisma yang dikenal dengan suara lantang dalam setiap aksi-aksi Akbar ummat Islam itu mengaku sangat terkejut dengan pernyataan ‎La Nyalla Mahmud Mattalitti yang mengatakan dirinya dimintai uang oleh ketua umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. 

La Nyalla‎ membeberkan ke publik mengaku dimintai mahar senilai 40 Milyar sebagai syarat menggunakan partai Gerindra untuk menjadi kendaraannya menjadi calon Gubernur Jawa Timur.‎

Saya tidak percaya “Ini pasti miskomunikasi,” ungkap Lieus melalui rillis yang dikirim ke redaksi kabarberita.co.id, J‎um’at (12/1/2018).‎

Diketahui, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberikan tugas kepada La Nyalla Mahmud Mattaliti untuk memenuhi persyaratan pencalonan, terutama dukungan atau koalisi dari partai lain dan kelengkapan pemenangannya.

Surat perintah itu tertuang dalam sepucup surat bernomor 12-0036/B/DPP-GERINDRA/Pilkada/2017 yang ditandatangani Ketua Umum Prabowo Subianto. Surat ini pun memberikan tenggat waktu hingga 20 Desember mendatang.

Menanggapi surat tersebut, La Nyalla pun mengukapkan rasa terimakasihnya pada Prabowo atas terbitnya surat tugas tertanggal 10 Desember 2017 tersebut. 

“Insya Allah kami akan menjalankan perintah dalam surat tugas ini dengan baik, dengan sekuat tenaga,” ujar La Nyalla.

Setelah upayanya mencari tambahan dukungan koalisi partai tak membuahkan hasil hingga batas terakhir 20 Desember 2017.  ‎La Nyalla‎ mengembalikan mandat sebagai calon Gubernur Jawa Timur kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Seperti diberitakan diberbagai media online dan cetak.

‎Tokoh Tionghoa dan juga Koordinator Forum Rakyat ini menyatakan,”Jatim adalah salah satu provinsi terluas di Indonesia dengan puluhan kabupaten kota. Sudah barang tentu kalau uang cuma Rp 40 miliar itu tidaklah bakalan cukup”. Sangat tidak mungkin sekali jika seorang Prabowo meminta mahar dengan nilai hanya Rp. 40 Milyar.

Kalau dalam momentum pilkada, memang biasanya calon diminta menyiapkan sejumlah dana untuk membiayai proses pencalonannya, itupun untuk kebutuhan logistik, membiayai kampanye dan membayar saksi-saksi di TPS. Ini adalah hal yang sangat wajar dalam kontek kebutuhan sebagai Kost Politik.

Patut dicurigai, ada sinyalemen lain di balik pernyataan La Nyalla tersebut. Padahal dirinya mengaku sebagai kader partai. Maka, tidak sepatutnya La Nyalla membeberkan urusan internal partai ke publik.

Banyak pihak berharap Prabowo maju sebagai calon Presiden pada Pilpres 2019,” jadi ini memang sengaja dilontarkan kepublik dalam upaya melakukan pembunuhan karakter sosok Pak Prabowo ungkap Lieus.

Siasat yang dipakai La Nyalla tersebut dinilai tidak sehat dalam membangun karakter politik Indonesia. Karena itu “La Nyalla diminta melakukan introspeksi diri”,saran Lieus.

“Ini menyangkut fatsun politik moral kita dalam berdemokrasi. Seharusnya, sebagai seorang yang mengaku kader, La Nyalla mestinya melakukan klarifikasi, juga menyelesaikan persoalannya secara internal kepartaian saja,” sebab ini “adalah fatsun politik moral dalam pendidikan berdemokrasi kita”. Pungkas Lieus. [KB/03/LK]

Profil Kabar Berita

Kabar Berita


Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook