Menyedihkan...!!! Derita Gizi Buruk Anak Yatim Piatu di Lombok Timur

Kabar Berita   |   Kesehatan  |   Senin, 15 Januari 2018 - 22:50:32 WIB   |  dibaca: 286 kali
Menyedihkan...!!! Derita Gizi Buruk Anak Yatim Piatu di Lombok Timur

Muhammad Janji terbaring lemas di Rumah Sakit Umum Selong ( RSUD ) Lombok Timur. [Foto : KB/Ist]

‎KABARBERITA.CO.ID‎ -- Muhammad Janji (7,5 tahun). Anak yatim piatu asal Dusun Toroh Desa Tanjung Luar Kecamatan Keruak,NTB itu mengalami gizi buruk sejak usia 2 tahun.‎ Remaja malang yang ditinggal mati kedua orang tuanya itu. Saat ini hanya bisa terbaring lemas di ruang kelas IIIB (khusus anak) di RSUD R. Soedjono Selong.

‎Ia merupakan putra terakhir dari tujuh bersaudara. Di mata sudara-saudara dan orang terdekatnya, Janji merupakan sosok anak yang aktif, periang bahkan cukup cerdas dan pemberani. Namun nasib berkata lain, di masa-masa cerianya ini ia terpaksa  keluar dari sekolahnya (Taman Kanak-kanak) di Dusun Toroh Desa Tanjung Luar.

Sejak kecil, kehidupan yang dialami Janji terbilang cukup miris. Pasalnya pada usia 3 bulan, Saparudin, ayahnya meninggal dunia. Kemudian saat menginjak usia 6 bulan, Janji yang divonis mengidap gizi buruk harus kehilangan kasih sayang dan buaian kedua orang tuanya. Hingga menginjak usia 7,5 tahun, Janji diasuh bibinya dan kakak-kakak kandungnya.

“Muhammad Janji ini anak yatim piatu, ayahnya meninggal saat usia tiga bulan, disusul ibunya ketika ia berusia enam bulan,” ujar Jaharia, bibi M. Janji pada wartawan di RSUD R. Soedjono Selong, Senin, (15/1/2018).‎

Jaharia menuturkan, penyakit gizi buruk yang diderita Janji terjadi sejak berusia 2 tahun. Karena terhimpit faktor ekonomi, pihak keluarga hanya mengandalkan pengobatan tradisional, namun tak jua sembuh sehingga dibawa ke puskesmas.   Lantaran penyakit gizi buruk yang diderita Janji semakin parah pihak puskesmas ahirnya merujuk ke RSUD R. Soedjono Selong.

Saat itu Janji sering mengeluh jika badannya panas, namun nafsu makannya kurang. Jika makan, tuturnya, ia selalu menginginkan lauk dengan sambal yang pedas. Meski demikian, Janji tetap menjalani kesehariannya sebagai seorang anak untuk keluar bermain dengan teman-teman sebayanya.

Seiring dengan itu, berat badan dari Janji terus mengalami penurunan hingga saat ini berat badannya sekitar 7 kilo 3 ons.

"Dia suka makan-makanan yang pedas. Jika kita buat sambal dan tidak terlalu pedas, ia tidak mau makan,” tutur Jaharia.

Meksi dalam kondisi terbaring lemas di sudut salah satu kasur empuk di ruang anak kelas IIIB RSUD Selong. Mata M. Janji begitu damai melihat pengunjung yang datang silih berganti membesuknya.Sesekali mengeluarkan batuk yang terindikasi TBC. Ironisnya selama empat kali muntah saat dirawat di rumah sakit, terdapat ada cacing yang keluar dari mulutnya.

‘’Indikasi mengidap TBC juga, tapi kita masih tunggu hasil dari laboratorium,”ujar dokter yang menangani Janji.

Kini di tengah kondisi badannya yang semakin kurus termakan penyakit yang dideritanya, Janji dan pihak keluarga sangat berharap ada keajaiban dari tuhan untuk mengangkat penyakit yang dideritanya sejak lama.

Pihak keluarga sangat berharap adanya bantuan dari pemerintah dan para dermawan untuk membantu pengobatan Janji, sehingga dapat sembuh, kembali normal dan dapat menjalani kesehariannya seperti teman-teman sebayanya.

“Saya selalu berdo'a agar adik saya ini bisa sembuh, normal kembali,” harap M. Ramli, kakak kandung Janji.

Sementara Direktur RSUD R. Soejono Selong, dr. Karsito, ditemui di ruang kerjanya menjelaskan masyarakat yang mengidap penyakit gizi buruk merupakan salah satu penyakit yang menjadi atensi pihak rumah sakit terutama milik pemerintah daerah. Di mana berdasarkan kebijakan Bupati Lotim, H. Moch Ali Bin Dachlan, masyarakat mengalami penyakit gizi buruk harus mendapat penanganan yang maksimal serta terbebas dari unsur biaya apapun dan sampai kapanpun pasien itu dirawat.

“Jadi pasien gizi buruk yang sudah ditetapkan oleh bupati, gratis. Ada atau tidak kartu BPJSnya, tetap kita layani secara gratis. Tapi harus masuk kriteria gizi buruk,”ujarnya.

Selain pasien gizi buruk, kriteria yang tidak dipungut biaya apapun berdasarkan kebijakan bupati yakni yang tergolong orang miskin.[KB/11]

 

Demi kemanusiaan, media online www.kabarberita.co.id bersama ACT MRI NTB terus melakukan pendampingan hingga Adik Muhammad Janji kembali sehat dan dapat masuk berskolah. 

Mari salurkan Bantuan Anda melalui :

Aksi Cepat Tanggap [ ACT ]
BNI SYARIAH : 77 0000 434
Mandiri : 127 000 7917 410
(Tambahkan angka 222 di akhir nominal, Cth. Rp. 500.222,-)

Pic Humanity Program :
Romi (082339437573)

Branch Office NTB
Jln. Sriwijaya N0. 80 j Pagesangan Timur, Kota Mataram
Careline. 0370 7508386
Sms Center. 0852 1000 2320
Whatsapp. 082 340 333 000

 

 

Profil Kabar Berita

Kabar Berita


Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook