Merasa Ditipu, Tim Taufik-Usman AK, Laporkan Tim Ali - Sakti Ke Gakumdu

Kabar Berita   |   Politik  |   Senin, 05 Februari 2018 - 20:53:59 WIB   |  dibaca: 142 kali
Merasa Ditipu, Tim Taufik-Usman AK, Laporkan Tim Ali - Sakti Ke Gakumdu

Tim Bakal Calon Wali/Wawali kota Bima melapor ke Sentra Gakumdu, Senin 5 Februari 2018. [ Foto: KB/Ist]

‎KABARBERITA.CO.ID -- ‎Tim Bakal Calon Walikota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), La Tofi Taufik - Usman AK, Senin (5/2/2018) melaporkan tim pemenangan Bapaslon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Ali Bin Dahlan – Gede Sakti Amir Murni (Ali-Sakti), ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu). Laporan bernomor 004/LP/PW/Kota/18.02/II/2018 ke Sentra Gakumdu itu, terkait dugaan penipuan syarat dukungan KTP eletronik.

Tim Bakal Calon Walikota Bima itu melapor lantaran merasa ditipu dengan memberikan bukti dukungan KTP elektronik palsu oleh Tim Bakal Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Ali - Sakti.

‎Bakal Calon Walikota Bima Jalur Perseorangan La Tofi Taufik, mengatakan antara pihaknya dengan Bapaslon Ali-Sakti, memang ada kerjasama. Kerja sama yang dibangun adalah dengan memberi dukungan keduanya. La Tofi Taufik-Usman AK, member dukungan kepada pencalonan Ali-Sakti, begitu juga sebaliknya.

“Namun, saat ferivikasi factual dukungan e KTP, saya merasa ditipu lantaran mereka ( tim Ali-Sakti ) memberikan eKTP Palsu,” ungkapnya.

La Tofi mengungkapkan, penipuan yang diadukan ini, karena syarat kelengkapan 12 ribu KTP el dari 14 ribu yang dikirimkan KPU, ternyata bodong. Untuk membayar 12 ribu KTP ini, pihaknya membayar sebesar Rp 30 juta. 

"Dua belas ribu lembar e KTP yang saya beli dari tim Ali-Sakti, ternyata bodong. Antara identitas dengan foto yang tercantum dalam e KTP itu, tidak sama,” akunya.

Akibatnya, Bapaslon ini tidak bisa mengikuti ferivikasi faktual yang dilakukan PPS hingga hari terakhir. Sebab, di beberapa kelurahan, PPS menyatakan syarat dukunga pencalonan e KTP itu, Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Selain mengadukan ke Sentra Gakumdu, La Tofi juga melaporkan ke Polres Bima Kota. Jika di Sentra Gakumdu, La Tofi Taufik berharap bisa menjadi pegangan KPU untuk tetap meloloskan ke tahap selanjutnya, di Polres Bima Kota, La Tofi Taufik, melaporkan tim Ali - Sakti atas tindak pidana penipuan dan pemalsuan dokumen. 

Sebelumnya, Bapaslon ini sudah mengantongi syarat dukungan minimal mencapai 6 ribu lebih. KPU dalam masa perbaikan, paslon ini diminta untuk melengkapinya sebnayak dua kali lipat, yakni 8 ribu lebih. 

Dalam perjalannya, tim La Tofi-Usman AK, sudah mengantongi 2 ribu lembar e KTP. Ada tawaran dari tim Ali- Sakti untuk kolaborasi dukungan, yakni tim Ali-Sakti menyerahkan 14 ribu lembar e KTP. 

KPU Kota Bima, mensyaratkan bagi calon perseorangan untuk bisa maju menjadi calon Walikota dan Wakil Walikota Bima, harus didukung sebanyak 10 persen dari DPT PIlres atau pemilu terakhir. Pada Pilres lalu.

Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kota Bima, mencapai 104.350 jiwa. 10 persen dari DPT yang dijadikan syarat dukungan perseorangan mencapai 10.435 jiwa yang dibuktikan dengan e KTP.

Terkait laporan tim bakal paslon La Tofi-Usman AK itu, sentra Gakumdu, akan melakukan pembahasan laporan tersebut secepatnya dan hasilnya akan segera diserahkan ke tim pasangan La Tofi - Usman AK . [KB/ 05]

Profil Kabar Berita

Kabar Berita


Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook