Bredar Isu Penyerangan, SMAN 7 Kota Bengkulu Diliburkan

Kabar Berita   |   Peristiwa   |   Kamis, 08 Februari 2018 - 12:43:06 WIB   |  dibaca: 80 kali
Bredar Isu Penyerangan, SMAN 7 Kota Bengkulu Diliburkan

Tampak Satpam dan Guru di depan Gerbang SMA N 7 Kota Bengkulu. [Foto : KB/13/PB]

KABARBERITA.CO.ID -- Terbunuhnya almarhumah Auzia Umi Detra berdampak psikologis kepada rekan-rekan sekolahnya. Pasalnya, sejak Rabu malam hingga Kamis pagi (8/2/2018). Beredar isu di media sosial akan ada aksi penyerangan oleh Siswa SMA Negeri 4 Bengkulu terhadap murid SMA N 7 Kota Bengkulu sebagai wujud keprihatinan rekan-rekan almarhumah.

Mengetahi isu itu, Dewan Guru SMA Negeri 7 Bengkulu meliburkan siswanya dari kegiatan belajar.

Pantauan awak media, SMAN 7 Bengkulu tampak sangat sepi dari aktifitas siswa dan siswi.‎ Hingga pukul 08.00 WIB, tak satupun siswa dan siswi terlihat di dalam maupun luar komplek SMAN 7 Kota Bengkulu itu.‎

Hanya sejumlah guru dan aparat kepolisian terlihat di jalan masuk dan depan gerbang sekolah. Belasan anggota kepolisian yang terlihat berjaga dan memantau lokasi sekitar sekolah.‎

“Saya juga belum tahu. Bapak Kepsek (Kepala Sekolah) belum datang. Entah diliburkan atau gimana. Soal kebijakan langsung saja tanya sama Kepsek,” ujar salah seorang guru yang tidak mau menyebutkan namanya.

Hingga berita ini dimuat, Kepala Sekolah SMA Negeri 7 Bengkulu, Sarjono, tak kunjung datang ke lokasi sekolah.

Seperti yang diketahui, seorang siswa kelas 2 SMA Negeri 4 Kota Bengkulu Auzia Umi Detra ditemukan tewas dalam kondisi tubuh dimutilasi ‎dan terbakar di kawasan Lentera Merah Kelurahan Teluk Sepang, pada Rabu 7 Februari 2018.‎

‎Mayat Auzia yang dalam kondisi tubuh terpotong-potong itu ditemukan setelah polisi menangkap MS, seorang siswa SMA Negeri di Kota Bengkulu yang merupakan pacar pelaku. [KB/13/PB]

Profil Kabar Berita

Kabar Berita


Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook