Smart Finance Halangi Kerja Jurnalis Meliput Kendaraan Rampasan Debt Collector

Kabar Berita   |   Peristiwa   |   Jumat, 09 Februari 2018 - 15:53:08 WIB   |  dibaca: 33 kali
Smart Finance Halangi Kerja Jurnalis  Meliput Kendaraan Rampasan Debt Collector

Ruang tunggu kantor Smar Finance yang dapat diambil gambarnya oleh salah seorang wartawan saat melakukan liputan. [Foto : KB/Hari]

KABARBERITA.CO.ID -- ‎Sesuai UU Pers pasal 18 yang berbunyi setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang menghalangi ketentuan pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 terkait penghalang-halangan upaya media untuk mencari dan mengolah informasi, dapat dipidana dalam pidana kurungan penjara selama 2 tahun atau denda paling banyak 500 juta rupiah. Ini ketentuan pidana diatur dalam undang-undang pers.

Hal ini terjadi ketika salah seorang wartawan, Hari Kasidi ‎dalam menjalankan kegiatan jurnalistik untuk menggali informasi terkait perampasan motor oleh debt collector Smart Finance dihalang-halangi oleh manager Smart Finance saat melakukan komfirmasi ‎dirampasnya sepeda motor Salah seorang costumer ( nasabah)  Smart Finance.

Kronologis kejadian, kepada para wartawan salah seorang nasabah, Bahri Ramdhani bercerita kalau motornya dirampas pihak Smart Finance. Mendengar cerita korban, para wartawan berpikir sangat perlu mencari informasi ke pihak Smart Finance.

"Saat saya mengendari sepeda motor melintasi jalan Bung Karno, pada Senin 5 Februari sekitar pukul 17.00 Wita. Tepatnya  di depan show room kawasaki disitulah 4 (empat)  orang yang tidak saya kenal mencegat saya dan memaksa untuk mengikuti mereka ke kantor SMART FINANCE untuk  alasan pemeriksaan mesin kendaraan".kata Bahri Ramdhani kepada Wartawan, di Mataram, Jum'at (8/2/2018).

‎Setelah wartawan sampai ke kantor smart finance dengan cepat para wartawan langsung meliput seperti biasanya, merekam, mengambil gambar dan wawancara.

Dirasa informasi yang didapatkan masih kurang dan perlu menggali informasi dari pihak manager smart finance agar informasi berimbang.

Ketika manager Smart Finance datang dan mempersilakan korban untuk berbicara di ruangan yang sempit, di situ hanya satu orang wartawan saja yang bisa masuk karena ruangan sangat sempit, namun saat ingin mengambil gambar, seorang wartawan iNews (MNC Media Group) yang akan merekam di marahi oleh manager Smart Finance.

"Ini ada apa, kenapa bawa wartawan segala? Kan kita berdua bisa selesaikan ini" pungkas steven dengan nada keras.

Saat itu  Hari Kasidi, wartawan iNews (MNC Media Group) mengatakan ingin mengklarifikasi kejadian perampasan motor oleh debt collector sambil mengeluarkan handy cam, tiba-tiba steven marah dan langsung menepis tangan wartawan. Perdebatanpun terjadi ruangan kecil itu.

"Anda tidak boleh mengambil gambar karna belum punya izin dari saya, mana surat tugasmu" ucap steven dengan nada marah.

Hari Kasidi beserta wartawan yang lain memperlihatkan ID card sebagai tanda tugas. Hari Kasidi, yang ada di dalampun menjelaskan aturan tentang hak jawab yang dimiliki oleh pihak Smart Finance, namun steven tetap tidak menerima alasan itu dan malah menantang wartawan iNews (MNC Media Group) tersebut.

"awalnya lancar-lancar saja namun saat pihak korban bertemu dengan manager dan disitu informasi yang saya butuhkan, saat akan merekam dengan handy cam saya dia malah menepis handy cam saya, saya sebagai wartawan tahu informasi apa yang harus saya miliki untuk membuat suatu berita, ini kami ingin memberikannya hak jawab agar informasinya berimbang tapi kok dia tidak mau memberikan keterangan, malah melarang saya mengabil gambar dan menantang saya untuk lapor ke polisi" ungkap Hari. [ KB/03 ]

Profil Kabar Berita

Kabar Berita


Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook