Tausyiah Subuh di Aceh, TGB Sebagai Tokoh Special Edition

Kabar Berita   |   Dunia Islam  |   Minggu, 04 Maret 2018 - 04:34:43 WIB   |  dibaca: 41 kali
Tausyiah Subuh di Aceh, TGB Sebagai Tokoh Special Edition

Tuan Guru Bajang M Zainul Majdi mengisi Tausyiah usai shalat subuh di Masjid Kopelma lingkungan Universitas Syah Kuala, Aceh[Foto : KB/Biro Humas Pemrov NTB]

KABARBERITA.CO.ID -- Tokoh muda Islam yang mulai diperbincangkan di kancah nasional , Dr.TGH. M. Zainul Majdi atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB). Bagi tokoh masyarakat dan mahasiswa di Aceh, TGB menjadi tokoh yang special, muda dan berwawasan kebangsaan yang mumpuni.

‎Masjid Kopelma yang berada di dalam lingkungan Universitas Syah Kuala, Aceh, setiap subuh terlihat rame oleh jamaah yang hadir sholat berjamaah yang memang diprogramkan pihak kampus. 

Namun, pada Sabtu (3/3/2018) pagi sholat subuh berjamaah terlihat sedikit berbeda karena terlihat backdroop yang bertajuk "subuh education" dan tertulis "special edition".             

‎Dalam tausiyah setelah solat subuh, TGB yang menyampaikan kepepimpinan dan ahlak, mengupas pentingnya pembentukan akhlak dengan panjang lebar.

Bahkan beliau (TGB) menjelaskan bahwa perjuangan Rasulullah dalam menyebarkan agama Islam dengan sangat cepat di seantero dunia dimulai dari kemulian ahklak beliau. Lebih jauh dijelaskan, dalam Al-Qur'an, Allah SWT memuji nabi akhir zaman itu bukan karena ketinggian ilmunya, dimana ketinggian ilmu beliau tidak mampu ditandingi Malaikat Jibril sekalipun. 

Tetapi Rasulullah dipuji karena kemulian akhlak beliau, sembari TGB membacakan surat dalam Al-Qur'an. Bahkan dijelaskan Nabi mengedepankan ahlak sebelum mempertajam masalah aqidah dan syariat.

Antusiasme jamaah semakin meninggi ketika dalam sesi dialog beberapa penanya menanyakan kondisi negara yang semakin mengkawatirkan dengan kasus-kasus korupsi, narkoba dll. Bahkan sistem pemilu langsung tak luput dari sorotan jamaah.

Namun dengan tenang dan penuh keteduhan TGB menjawab satu persatu pertanyaan tersebut dengan melandaskan seluruh jawaban beliau pada Al-Quran dan hadist. 

‎Dikatakan TGB, salah satu pondasi membangun negara adalah memperbaiki sistem ahklak yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Dengan demikian apabila pondasi ahklak yang kuat sudah terbentuk sejak dalam lingkungan keluarga, maka insya Allah sistem ahlak dalam masyarakat dan negara akan menjadi baik dan kuat. 

"Bangsa yang kuat tidak akan dapat dipengaruhi bangsa lain". Jelas TGB.

Di akhir tausiyahnya TGB mengutip sebuah hadist Rasul yang artinya amal amalmu mencerminkan siapa pemimpinmu. [KB/HMS]‎

Profil Kabar Berita

Kabar Berita


Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook