Usir Wartawan yang Hendak Meliput, Oknum Staf Kasi Intel Kejari Bojonegoro Diadukan Ke Kejagung

Kabar Berita   |   Hukum  |   Jumat, 16 Maret 2018 - 20:43:00 WIB   |  dibaca: 83 kali
Usir Wartawan yang Hendak Meliput, Oknum Staf Kasi Intel Kejari Bojonegoro Diadukan Ke Kejagung

Ketua Umum Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Taufiq Rachman, SH, S.Sos disuatu acara bersama Jaksa Agung RI HM Prastyo [ Foto : KB/Ist ]

KABARBERITA.CO.ID -- Wartawan media online dan sebuah tabloid dwi mingguan diusir salah seorang staf Kasi Intel Kejaksaan Negeri Bojonegoro inisial YS. Mereka diusir saat meliput Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kasiintel pada Sabtu, 9 Maret 2018 lalu.

“Pengusiran itu tanpa alasan jelas,” ujar Haribono salah sorang wartawan yang hadir diacara itu.‎

Padahal, sebelum peliputan, Edy Budiono, rekannya dari tabloid terbitan Jakarta, sudah melakukan komunikasi via WhatSapp ( WA ) dengan Kasiintel memberitahukan bahwa mereka sedang berada di kantor Kejari lantai bawah.‎

“kami sudah melakukan konfirmasi dengan Kasi Intel yang isinya memberitahukan bahwa kami sedang berada di lantai bawah,”kata Edy.‎

Menurutnya dari WA yang diterima Kasi Intel menjawab iya, dan mengatakan dalam balan WA tersebut, sedang ada gladiresik Sertijab.‎

Usai Gladiresik, tambah Haribono, keduanya langsung ke atas menuju ruang Kasintel dan bertemu Kasi Intel yang lama bersama Kasi Intel yang baru. ruang itu, ada Kasiintel lama dan baru. Mengetahui hal itu mereka berdua pun bersalaman. 

Seraya menyebut acara Sertijab tersebut hanya diketahui mereka berdua, tanpa ada wartawan lain.

“Saya juga tidak tahu, kenapa Sertijab itu tidak mengundang wartawan,” tutur Bono, begitu sapaan akrab wartawan Skandal di Bojonegoro itu.‎

Dikatakanya bahwa ketika acara dimulai mereka mengikuti Kasintel lama dan baru menuju ruangan.‎ Namun, sesampainya di dalam ruangan yang ditempati acara itu, tiba-tiba didekati oleh YS, staf Kasintel Kejaksaan Negeri Bojonegoro sembari bertanya dengan nada tinggi.

karena ditanya kata dia, kami pun menjawab "Kami sudah koordinasi dengan Kasi Intel kok". Namun dijawab dengan nada marah. "Kenapa harus nunggu dibawah, tidak boleh meliput. Ungkap Bono dan Edy.

Tanpa menghiraukan penjelasan tersebut, YS tetap memaksa dua wartawan tersebut menunggu di bawah.

“Sudah, tunggu di bawah saja,” tegas YS menyuruh mereka keluar.‎

Ketua Umum Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Taufiq Rachman SH, S.Sos, mengecam keras pengusiran tersebut sebagai cermin dan arogansi terhadap Pers.‎

“YS itu lupa, bahwa Pers dan Jaksa sebuah profesi yang punya UU yang sifatnya khusus, dan sama sama punya kode etik,” papar Taufiq.‎

Menurut Taufiq, oknum YS maupun Kejaksaan itu harus sadar bahwa Pers maupun wartawan sebuah profesi yang diakui negara yang fungsinya melakukan kontrol dan meyebarkan informasi. Pungkasnya.‎

“Lho, apa haknya mereka mengusir, hanya karena ingin meliput sebuah Sertijab. Apa karena ada rahasia" tambah Taufiq kesal.‎

Lagipula, ketika ketemu dengan mereka, (Kasi Intel ) seharusnya kan bisa mengatakan secara baik baik Sertijab ini sifatnya tertutup dari liputan pers. 

“Jadi tunggu saja di bawah, nanti saya kasih keterangan usai acara. Lho nyatanya tidak, Kasintel membiarkan mereka masuk, bersamaan lagi. Ini setelah masuk, diusir. Itu konyol,”kata Taufiq kesal dan sembari mengatakan akan mengadukan persoalan ini ke Jaksa Agung.

Pengusiran itu jelas menghalang - halangi kegiatan wartawan yang dalam UU Pokok Pers dapat didenda ratusan juta. Jelasnya.‎

“Perilaku YS itu harus dituntut, sekaligus shok terapi kepada pihak- pihak lain yang menganggap remeh kerja wartawan,” kata Taufiq menegaskan. [ KB09 ]  

Profil Kabar Berita

Kabar Berita


Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook