Menakar Peluang Zul Rohmi Lewat Strategi Blusukan "Day by Day"

Kabar Berita   |   Opini  |   Jumat, 20 April 2018 - 02:01:50 WIB   |  dibaca: 40 kali
Menakar Peluang Zul Rohmi Lewat Strategi Blusukan "Day by Day"

Direktur Lembaga ‎Kajian Sosial dan Politik M16‎, Bambang Mei F / Didu [Foto: KB/Ist]

I‎BARAT orang bercocok tanam maka apa yg dilakukan oleh Zul Rohmi hari ini  menganut falsafah itu , seperti menyemai , merawat dan petik hasil.

Menyemai bibit padanannya adalah gerakan day by day ZulRohmi ataupun relawannya menemui konstituen dari titik ke titik secara cepat.

Hal ini dimaknai sebagai upaya memperbanyak kontak konstituen di setiap wilayah sebagai bagian operasi teritorial untuk mengenal lebih awal para calon pemilih Zul Rohm.

‎Ibarat deret hitung politik, maka yg dilakukan oleh Zul Rohmi secara kecil kecilan ini  menemui titik titik pemilihnya ingin menegaskan sikap bahwa rakyat hrslah didatangi dan didengarkan kehendaknya oleh calon yang akan ia pilih.

Pola gerakan “day by day” seperti dari sisi ilmu komunikasi memiliki implikasi yakni saban hari Zul Rohmi tetap diperbincangkan di basis , minimal disetisp tempat yang dia kunjungi.

Perbincangan dimasyarakat bawah karakteristiknya yg utama adalah mudah menyebar jika ada hal hal yg tidak biasa yg terjadi di wilayah tersebut. Maka dari sisi tindakan pragmatis, apa yang dilakukan oleh ZR selain ingin meraih persepsi pemilih juga agar menjadi perbincangan di basis basis rakyat tersebut. Ini lah yang dimaksudkan sebagai “deret hitung” dalam konteks resonansi perbincangan yang tinggal dikalikan kelipatannya.

‎Dalam konteks strategi politik tentu semua Paslon punya variasi tersendiri dlm mendesign metode pendekatan ke basis pemilih.

Zul Rohmi dengan pola blusukan atau apalah istilahnya,  ingin memberikan pesan bahwa gerakan harian temu konstituen “day by day” tersebut sbg bentuk tanggungjawab moral dan politik untuk mengintertain (baca: memanusiakan) pemilihnya dari berbagai strata sosial. Maka saat ini Zul Rohmi tidak boleh dipandang lemah karena Paslon ini lebih sering jalan dan bergerak .

Saat ini di H-70 hari jelang 27 Juni , sudah ratusan titik yg telah dijelajahi oleh ZR maupun relawannya yang bergerak secara mandiri dan simultan tersebut. Tentu sudah ada data base pemilih tersebut yakni by name, by adress ataupun by phone yg dimiliki oleh ZR. Setelah what next to do ?

Merawat konstituen

‎Ibarat bercocok tanam, setelah benih disemaikan, maka bagaimana merawat benih tersebut agar tumbuh subur agar kelak bisa dipanen dengan baik.

Demikian pula dengan konstituen, setelah berkenalan, bersilaturahmi, berdialog, dll tentu harus ada yang menjaga dan membesarkan hati nya para pemilih yang telah dikunjungi tersebut.

‎Maka apa yg dilakukan oleh Zul Rohmi dengan mengadakan rolling kunjungan ke basis konstituen disetiap kabupaten/kota di NTB sebagai bagian menjaga semangat dan perhatian kepada pemilihnya.

Selain itu menjadi tanggungjawab relawan Zul Rohmi ataupun Partai Pengusung untuk menjaga agregasi yg telah dilakukan Zul Rohmi agar tetap solid basis basis konstituen tersebut.

Suatu pekerjaan yg tidak mudah dilakukan oleh Komponen Zul Rohmi ditengah persaingan dengan Paslon lain yang dipandang lebih memiliki kedigdayaan.

Zul Rohmi dipandang paket Underdogs ditambah lagi dengan hasil survey lembaga Nasional yg tetap menempatkan Zul Rohmi diposisi terakhir.

Sebagai info pembanding hasil survey tsb menjadi second opini tapi juga tidak boleh terlalu diyakini kebenarannya 100 persen . Karena bagaimanapun juga survey itu hanya “tools” yakni salah satu alat untuk melihat persepsi pemilih terhadap Paslon pada waktu itu bukan menentukan perolehan suara di TPS.

‎Dalam konteks ini tentu dengan sisa 70 hari ini maka apapun bisa terjadi dlm meraih dukungan pemilih. Pun demikian dengan Zul Rohmi bukan tidak mungkin meraih succes glory di Pilgub NTB ini.

Dengan pola gerakan blusukan seperti ini setidaknya Zul Rohmi telah memiliki jejaring pemilih yang makin banyak dan menyebar yang teridentifikasi secara pasti wilayahnya. Tentu pada akhir nya akan memudahkan proses komunikasi dan konsolidasinya.

Peran strategis TGB

‎Tandem politik atau vote Getter Zul Rohmi yang ditunggu khalayak adalah turunnya TGB dlm memback up Zul Rohmi di basis konstituen lewat pendekatan safari dakwah dan  pengajian ala TGB.

‎TGB dipandang memiliki kekuatan magnet politik dalam merekatkan pemilih untuk mendukung Zul Rohmi. Hal ini tidaklah berlebihan jika TGB bisa menambah energizer atau daya laju kekuatan Zul Rohmi meraih simpati dan dukungan publik.‎

Permasalahannya adalah kapan TGB akan turun gelanggang memback up Zul Rohmi ?. Jika ini dilakukan oleh TGB tentu Zul Rohmi akan terbantu mendongkrak elektabilitasnya. Selain itu turunnya TGB nantinya akan berkonsekwensi bahwa dinamika politik Pilgub NTB intensitasnya akan tinggi.

Hal ini terkait dengan perubahan konstelasi politik itu sendiri. Paslon lain saat ini sedang menunggu kepastian tersebut apakah TGB all out back up Zul Rohmi ataukah ada taktik lain yang akan dimainkan oleh Zul Rohmi di “injuri time”. [*]

 

Penulis adalah Direktur Lembaga ‎Kajian Sosial dan Politik M16‎

Profil Kabar Berita

Kabar Berita


Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook