Jadikan Hari Kebangkitan Nasional 2018 Sebagai Hari Kebangkitan Umat Islam Indonesia

Kabar Berita   |   Opini  |   Minggu, 20 Mei 2018 - 21:40:39 WIB   |  dibaca: 23 kali
Jadikan Hari Kebangkitan Nasional 2018 Sebagai Hari Kebangkitan Umat Islam Indonesia

Direktur Eksekutif Strategi Indonesia, Teuku Gandawan [Foto: KB/ist]

TANGGAL 20 Mei setiap tahunnya, secara nasional kita peringati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Hari yang harusnya setiap kali diperingati dijadikan titik baru untuk sebuah momentum baru pergerakan kebangkitan Bangsa Indonesia dalam berbagai hal. Karena kalau peringatannya hanya berekspresi selebrasi semata, maka hanya akan menjadi forum buang-buang biaya dan waktu tanpa esensi. 

Kenapa harus bicara tentang Kebangkitan Umat Islam Indonesia? Apakah ini eksklusifisme? Tentu tidak. Kebangkitan ini perlu, karena faktanya Umat Islam adalah komponen terbesar atau mayoritas mutlak dalam komposisi penganut agama di Indonesia. Artinya, Umat Islam yang maju akan membuat Indonesia maju. Sebaliknya, Umat Islam Indonesia yang terpuruk akan menghadirkan Indonesia yang terpuruk. 

Jika mayoritas Umat Islam Indonesia bersikap masa bodoh, maka dunia internasional akan memotret bangsa ini demikian pula, sebagai bangsa yang masa bodoh. Itu juga yang membuat kita dikenal selama ini di dunia internasional sebagai bangsa yang toleran, yaitu karena sikap toleransi beragama di Indonesia yang luar biasa yang telah berjalan sekian lama, jauh sebelum era penjajahan dan kemerdekaan kembali.

Bangsa lain, umumnya mayoritasnya bersikap sangat mengebiri kaum minoritasnya dengan berbagai larangan atau ketidakbolehan. Mereka umumnya terjebak membuat berbagai aturan hanya berdasarkan kepentingan kaum mayoritas. Sementara Bangsa Indonesia sejak sebelum kemerdekaan hingga kini, tidak pernah jadi bangsa yang melarang berbagai hal prinsip bagi kaum minoritas. Tidak pernah ada sejarah orang beragama lain dikejar-dikejar, dibunuh atau dikucilkan oleh Umat Islam.

Pancasila atau Pembukaan UUD sudah menegaskan hal itu sejak awal kemerdekaan. Bahwa kita bangsa Indonesia wajib beragama, wajib adil, wajib bersatu, wajib bermusyawarah dan wajib menciptakan keadilan sosial. Dan ini berlaku bagi setiap warga negara, bukan hanya menjadi hak bagi Umat Islam yang mayoritas. Setiap individu wajib merasa dimanusiakan dan memang wajib dimanusiakan.

Tidak boleh ada kemunduran bernegara dan berbangsa di jiwa setiap umat Islam, karena itu bisa berdampak kemunduran bangsa. Karenanya kita wajib mewaspadai orang-orang atau kelompok-kelompok yang atas kepentingan pribadi atau golongan mereka yang coba memecahbelah Umat Islam Indonesia.

Umat Islam harus waspada atas upaya adu domba, upaya pecah belah, upaya menyudutkan yang terus coba dilakukan oleh orang-orang jahat yang cuma mencari kepentingan bagi mereka dengan kedok demokrasi, kedok kesetaraan hak, kedok liberalisme, kedok pluralisme, kedok terorisme dan sebagainya. 

Umat Islam Indonesia wajib bangkit setiap tahunnya untuk terus bersatu dan terus beriman sesuai dengan ajaran Islam itu sendiri. Kita tidak boleh terjebak dengan stigma seolah kita Islam Nusantara atau kita Islam Timur Tengah. Kita harus menegaskan diri bahwa kita adalah Umat Islam yang menganut Islam sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, yang saat ini kebetulan mengambil peran aktif di wilayah Republik Indonesia yang memang merupakan wilayah leluhur kita sebagai Umat Islam Indonesia. 

Tolak semua upaya mengotak-kotakkan untuk pro kelompok politik tertentu, pro ulama tertentu, pro kepentingan tertentu. Umat Islam Indonesia haruslah pro kebaikan dan kemajuan bangsa. Umat Islam wajib mendukung setiap pemimpin yang shaleh dan amanah. Dan sebaliknya menolak dengan tegas pemimpin durjana yang menelantarkan rakyat dengan berbagai kegagalan. 

Umat Islam Indonesia wajib menjadi pelindung umat beragama lainnya. Tolak semua tuduhan bodoh dan fitnah keji tentang seolah adanya kebencian umat Islam kepada kaum minoritas. Umat Islam Indonesia wajib waspada dan menelanjangi semua aktor-aktor individual dan kelompok di berbagai lapisan masyarakat yang picik, jahat, tukang adu domba, yang siap mengorbankan nyawa sesama anak bangsa demi kepentingan jahat dan murahan mereka. 

Karenanya, bangkitlah Umat Islam Indonesia! Bersatulah dalam tauhid yang diajarkan Rasulullah. Kawal perjalanan bangsa ini menjadi bangsa yang maju karena berkah dan hidayah-Nya. Jangan biarkan kaum sekuler mengklaim tanah yang bukan milik mereka, merusak bangsa yang mereka tak perduli bersatunya, menguras harta dan kekayaan alam yang seharusnya menjadi milik bersama semua rakyat Indonesia. Bangkitlah!

 

Penulis adalah Direktur Eksekutif Strategi Indonesia

Profil Kabar Berita

Kabar Berita


Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook