Mempertanyakan Kredibilitas IndonesiaLeaks, Siapa dan Apa Kepentingan Mereka?

0
111

Mungkin karena terinspirasi oleh gerakan – gerakan pembongkaran konspirasi global seperti Wikileaks, maka muncullah IndonesiaLeaks. Bedanya, Wikileaks hadir dengan dokumen – dokumen yang mereka publish, terlepas dari apakah dokumen itu benar atau tidak.

Sedangkan Indonesianleaks, hanya bermodalkan kesaksian beberapa orang yang dirahasiakan identitasnya, kemudian digambarkan melalui sebuah video infografik. Darimana sumber dokumen dan temuan mereka? Itulah yang sampai hari ini belum bisa mereka tunjukkan.

Apa dan Siapa IndonesiaLeaks?

IndonesiaLeaks merupakan platform bersama yang menghubungkan pembocor informasi dengan media. Platform dengan alamat indonesialeaks.id itu dibentuk oleh empat lembaga, yaitu Free Press Unlimited (FPU), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Tempo Institute dan Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN).

Gagasan untuk membentuk platform IndonesiaLeaks muncul sejak awal 2017, dan mendapat sambutan dari beberapa LSM seperti lembaga petisi online Change.org, LBH Pers, ICW, Greenpeace dan LSM konservasi alam Auriga.

Saat ini, IndonesiaLeaks beranggotakan beberapa jurnalis yang bekerja sambilan, dengan pekerjaan utamanya di beberapa media nasional.

Meskipun berlatarbelakang jurnalis dari beberapa media nasional, atas inisiatif sendiri para jurnalis tersebut bergabung dengan IndonesiaLeaks, tanpa membawa nama redaksi media nasional dimana tempat mereka bertugas. Sehingga, bisa dikatakan bahwa ini merupakan gerakan sekumpulan para jurnalis diluar kapasitas mereka sebagai wartawan media tempat mereka bekerja. Sebagian besar dari para wartawan ini memang sebelumnya dikenal memiliki background di LSM.

Menyoroti Motif Investigasi Buku Merah KPK Oleh IndonesiaLeaks

Namanya ingin tampil, tentu saja harus dengan kemasan yang WAH dan BOOM! Itulah yang terjadi dengan IndonesiaLeaks hari ini melalui pertunjukan “Investigasi Buku Merah KPK” yang dilemparkan ke publik.

Alih – alih ingin membuat heboh, sebaliknya justru isu yang dibawanya memunculkan tanda tanya besar, terutama tentang kredibilitas informasi yang mereka gaungkan tentang buku merah tersebut.

Mulai dari KPK, pakar hukum Mahfud MD dan kepolisian bernada sama bahwa informasi tersebut tidak benar dan hoaks. Tak terkecuali juga ICW, yang notabenenya adalah mitra IndonesiaLeaks, belum berani memberikan statemen apapun tentang temuan Indonesialeaks tersebut.

“Internal kami belum ada diskusi,” ucap Kepala Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW Lola Easter kepada INILAHCOM, Jakarta, Senin (8/10/2018).

“Biasanya kalau belum ada yang ditetapkan untuk diberikan komentar soal isu tertentu kami belum bisa bicara,” tandasnya.

Di pihak IndonesiaLeaks sendiri, sampai saat ini belum berani menunjukkan mana hasil temuan mereka, dan siapa orang yang membocorkan identitas tersebut, dengan alasan perlindungan saksi di negara kita lemah.

“Kami punya kode etik, tidak akan memberikan informasi kepada siapapun terkait identitas pelapor, bahkan termasuk kepada penegak hukum. Kecuali kalau pelapor menyetujui. Itu untuk menggeser tanggungjawab hukumnya dari pelapor kepada kami,” kata salah satu inisiator IndonesiaLeaks, Adnan Topan Husodo.

Ada kejanggalan dari komentar aktivis ICW ini, disatu sisi Lola menyatakan “belum ada diskusi internal” yang ia nyatakan dalam undangan konferensi pers hasil temuan Indoleaks yang di inisiasi oleh Adnan Topan Husodo Koordinator ICW  di kantor LBH Pers Senin 8 Oktober lalu.

Yang jadi pertanyaan, bagaimana follow up dari temuan tersebut? Jika memang IndonesiaLeaks yakin dengan hasil temuannya, kenapa tidak melaporkannya ke KPK atau Kepolisian, untuk apa membuat kisruh dengan melemparkan isu tersebut ke publik dan kemudian langsung menyimpulkan keterlibatan beberapa nama tokoh?

Ini tentu saja aneh, dan seperti yang kita ketahui, tuduhan – tuduhan seperti ini terkesan seperti ingin menjatuhkan atau sebagai ajang untuk merusak nama baik sosok tertentu, apalagi jika saksi atau narasumber yang mereka rahasiakan identitasnya tersebut memiliki konflik atas sakit hati dengan nama tokoh yang bersangkutan.

Seperti halnya dalam dunia “tembak menembak” isu seperti ini, bagi senior ini adalah sebuah kepentingan untuk menjatuhkan seseorang untuk tujuan politisnya, bagi junior ini adalah wadah aktualisasi diri.

Sehingga lucu, jika media seperti IndonesiaLeaks ini hadir untuk mewadahi para barisan sakit hati ini, karena menurut informasi, para informan adalah orang dalam IndonesiaLeaks kemudian hadir bak pahlawan, mencoba mengolah kekisruhan ini menjadi konten yang sexy ke publik. Lantas apa yang didapat, kecuali kekisruhan? Apakah seperti ini media yang baik itu?

#bukumerahhoax
#indoleakshoax

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here