Change.org melakukan kecurangan dalam Petisi #SaveKPKdanPolriDariHoax, Change.org Diragukan Kredibilitasnya

0
364

Plattform penyedia petisi online, change.org, selama ini dikenal sangat membantu masyarakat untuk menyuarakan aspirasinya, terkait isu – isu sosial, politik, ekonomi dan budaya. Namun, change.org kini berada dalam keberpihakan, tidak seperti yang dulu lagi, situs petisi ini telah mengecewakan para netizen yang telah berupaya mengumpulkan dukungan petisi hingga mencapai lebih dari 7.500 tanda tangan dalam petisi online yang berjudul “#SaveKPKPolriDariHoax : Bambang Widjojanto dan IndonesiaLeaks, Apakah Ada Keterkaitan?”

Substansi sebenarnya dari petisi tersebut adalah untuk memberikan keadilan yang berimbang dengan menghadapi petisi lainnya yang diajukan oleh ICW berjudul “Tetapkan Roland dan Harun sebagai tersangka”.

Petisi ICW ini, disinyalir memiliki tujuan untuk membuat kegaduhan dengan membenturkan dua institusi hukum di Indonesia, yakni Polri dan KPK untuk membongkar hasil investigasi IndonesiaLeaks yang hingga saat ini secara fakta hukum belum dapat dibuktikan.

Disisi lain, perjuangan Aliansi Masyarakat Cinta NKRI yang mengagas gerakan petisi #SaveKPKdanPolri dari hoax, mendapat sambutan dari masyarakat dengan mendukung petisi tersebut melalui pemberian dukungan tanda tangan hingga berhasil terkumpul mencapai 7.500 tanda tangan sejak 2 hari petisi tersebut di publish sejak tanggal 12 Oktober 2018.

Mungkin karena semakin masifnya gerakan rakyat untuk menolak politisasi hoax terhadap KPK dan Polri, ada pihak – pihak yang mungkin tidak senang dengan gerakan petisi ini, sehingga muncullah serangan report massal ke laman petisi tersebut. Anehnya, sebagai website yang memiliki nama besar dan kredibel, Change.org ternyata tidak mampu melindungi aspirasi masyarakat yang sudah terkumpul didalam petisi tersebut, hingga akhirnya, jumlah dukungan petisi “#SaveKPKPolriDariHoax menurun drastis menjadi 1.125 tanda tangan, itu artinya, Change.org telah “membunuh” suara netizen hingga 6.800 tanda tangan.

Namun berselang 3 hari kemudian pada tanggal 15 Oktober 2018 petisi tersebut di “takedown” penurunan jumlah tanda tangan sepihak oleh situs web petisi change org

Seperti diketahui bahwa change.org indonesia yang merupakan mitra dari Indonesialeaks patut dipertanyakan dari sisi imparsialitas-nya. Sejatinya misi situs petisi web internasional ini memberikan hak yang berimbang, tidak berpihak atas sebuah petisi dan mempersilahkan masyarakat untuk membuat petisi lainnya atas suatu petisi yang tengah diajukan.

Namun kenyataannya petisi Masyarakat Cinta NKRI digembosi, bahkan faktanya pada tanggal 14 Oktober yang lalu secara terang terangan Arief Aziz Direktur change.org Indonesia mendukung dan hadir dalam jumpa pers AJI yang menolak Indonesialeaks sebagai situs hoax. Bahkan Arif Aziz pun turut memberikan pernyataan yang mendukung dengan kegiatan Indonesialeaks.

Sumber Foto : Ist
Direktur change.org Indonesia Arief Aziz yang ikut dalam konfrensi pers hoax Indonesialeaks

Sedangkan pihak ICW yang mengeluarkan petisi versi “Tangkap Roland dan Harun” menghindar untuk hadir dalam acara tersebut.

Dengan semakin masifnya gerakan rakyat untuk menolak politisasi hoax terhadap KPK dan Polri, telah mengusik pihak – pihak yang merasa terganggu dengan tandingan petisi yang tengah mereka ajukan. Timbul suatu serangan laporan sepihak yang menyanggah petisi Masyarakat Cinta NKRI yang disinyalir dilakukan oleh buzzer ke situs web change.org.

Anehnya, sebagai website yang memiliki nama besar dan kredibel, Change.org ternyata tidak mampu melindungi aspirasi masyarakat yang sudah terkumpul didalam petisi tersebut, hingga akhirnya, jumlah dukungan petisi
“#SaveKPKPolriDariHoax dilakukan penurunan drastis oleh sistem change.org hingga tersisa 1.200 tanda tangan, berarti situs petisi change.org telah “membunuh” suara netizen hingga 6.800 tanda tangan.

Sebagai penggagas gerakan petisi ini, pihak Masyarakat Cinta NKRI pun melayangkan protesnya kepada change.org melalui kolom aduan.

Tapi apa daya, Change.Org malah mencurigai para penanda tangan menggunakan email – email yang tidak valid. Bagaimana mungkin para civitas akademika dan netizen melakukan hal ini? Tuduhan ini tentu saja sangat sepihak, dan mulai dari situlah kami mencurigai ada pihak – pihak change.org sendiri yang juga tidak menyukai gerakan ini.

Mulai dari insiden inilah, “Masyarakat Cinta NKRI” mendeklarasikan mosi tidak percaya kepada change.Org yang sudah jelas – jelas menunjukkan sikap yang tidak profesional dalam melindungi petisi online yang tengah mereka perjuangkan.
Seyogyanya change.org sudah berpengalaman dalam menghadapi berbagai petisi yang bertanding dan sudah terbiasa dalam menghadapi serangan pihak yang berkepentingan dalam petisi.

Namun dalam kasus ini imparsialitas dan keberpihakan situs web change org dipertanyakan.

Sejauh ini belum ada jawaban resmi dari pihak penyedia jasa petisi change.org atas kecurangan dan keberpihakannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here