Direktur Teknik Lion Air Diberhentikan, Pengamat: Keputusan Menhub Sudah Tepat

0
41

KabarBerita.co.id – Pasca kecelakaan Pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang belakangan ini, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi akhirnya memutuskan untuk memberhentikan Direktur Teknik Lion Air Muhammad Asif. Keputusan itu didapat setelah KNKT melakukan investigasi terhadap Lion Air.

“Saat ini, KNKT akan melakukan pemeriksaan (investigasi) terhadap Lion Air. Sehingga untuk mempermudah dan mendukung pemeriksaan, maka Kemenhub melalui Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (KPPU) meminta agar Direktur Teknik dibebastugaskan,” jelas Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, Rabu (31/10).

Menhub menjelaskan, kebijakan ini juga telah melalui konsolidasi internal dengan jajaran Ditjen Perhubungan Udara.

“Kami rapat secara sistematis melibatkan Plt Dirjen Perhubungan Udara dan melibatkan semua direktur dari Kemenhub, serta melibatkan jajaran Otoritas Bandara Soekarno Hatta. Dari pengamatan kami, kelaikan dari satu perusahaan penerbangan menjadi tanggung jawab Direktur Teknik,” ungkapnya.

Keputusan Menhub Budi Karya Sumadi ini mendapatkan sambutan yang positif dari beberapa pihak. Salah satunya pengamat penerbangan, Alvin Lee, yang menilai keputusan Menhub memberhentikan Direktur Teknik Lion Air tersebut sudah tepat.

“Saya yakin tindakan itu diambil setelah Kemenhub maupun KNKT melakukan pemeriksaan untuk dokumen-dokumen, serta melakukan wawancara terkait dengan diizinkannya pesawat itu untuk terbang,” kata Alvin, Kamis (1/11).

Alvin berpandangan bahwa pemberhentian Muhammad Asif, selain memfasilitasi pemeriksaan juga dinilai telah cukup.

Apalagi, Dirjen Perhubungan Udara telah mengeluarkan edaran terhadap maskapai yang mengoperasikan Boeing 737 Max 8 untuk kembali melakukan pemeriksaan kelayakan udara.

“Sebab, mau melangkah lebih jauh lagi belum ada dasar hukumnya, landasannya black box baru separuh diketemukan dan belum ketahuan apa ada yang tidak beres,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here