Mengenali Perilaku Remaja dan Cara Mengatasinya

0
31

KabarBerita.co.id – Perilaku remaja masa kini seringkali tidak dapat dipahami oleh orang tuanya sendiri. Perilaku tersebut bahkan terkadang dianggap bermasalah. Padahal, perilaku remaja tersebut terkait erat dengan perkembangan psikologis sehingga pada dasarnya merupakan perkembangan yang alami dan semua orang akan atau pernah mengalaminya.

Pada saat seorang anak beranjak remaja maka beberapa perubahan akan terjadi pada fisik dan mentalnya.

Perubahan pada aspek fisik pada laki-laki misalnya, ditandai dengan tumbuh pesatnya testis dan melebatnya bulu-bulu pada tubuh. Untuk perempuan, beberapa perubahan yang terjadi adalah mereka akan mengalami menstruasi dan pertumbuhan pada buah dada dan pinggul.

Selain pertumbuhan fisik, remaja juga mengalami perkembangan kognitif dan emosi. Seorang yang masuk dalam masa remaja akan mulai berpikir logis dan abstrak, bertindak agresif seperti cenderung akan melawan segala aturan yang diberikan pada dirinya. Karena perubahan-perubahan inilah remaja akan bersikap berbeda kepada orangtuanya. Remaja akan cenderung berprilaku negatif terhadap orangtuanya, misalnya melanggar semua aturan yang telah ditetapkan.

Terkadang, orangtua akan menyerah dan membiarkan perilaku anaknya begitu saja. Ini bukanlah cara yang benar. Dengan pendekatan yang tepat, pada orangtua dapat memecahkan masalah perilaku anak mereka yang beranjak remaja. Saat masih kecil, anak Anda begitu manja. Mereka nampaknya tidak mau sedetik pun jauh dari Anda. Tetapi, saat beranjak remaja, mereka justru terlihat sangat membenci Anda. Mereka tidak mau lagi dekat-dekat dengan Anda. Saat Anda mendekat, mereka justru akan menjauh.

Solusinya adalah tidak bisa dipungkiri, kadang orangtua merasa sangat terluka oleh sikap tersebut. Dalam kondisi seperti ini, yang bisa Anda lakukan adalah mendiamkannya sama sekali. Dengan berprilaku seolah tidak acuh maka suatu saat anak Anda akan melunakkan sikapnya.

Jika anak Anda bergantung pada alat telekomunikasi, maka harus disikapi. Alat telekomunikasi yang semakin canggih justru membuat remaja tidak komunikatif di rumah. Alih-alih mengobrol dengan orangtuanya, para remaja lebih senang untuk chatting dengan teman-teman sekolahnya. Melarang remaja menggunakan alat elektronik sama sekali bukanlah solusi untuk masalah ini. Solusi yang dapat dilakukan adalah jangan berikan dia uang khusus untuk membeli pulsa. Dengan menanggung biaya sendiri maka mereka bisa saja membatasi komunikasi dengan teman-temannya saat di rumah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here