Tips Menerapkan Aturan Untuk Anak Remaja Anda Dengan Bijak

0
43

KabarBerita.co.id – Anak – anak remaja Anda bilang Anda terlalu keras, dia menilai Anda mengotot bahwa itu demi kebaikannya. Anda dapat menetapkan aturan yang masuk akal untuk anak remaja Anda. Tetapi, pertama – tama, yang harus Anda pahami adalah apa yang mungkin menyebabkan anak Anda langsung tidak senang dengan aturan itu.

Walau pemberontakan boleh jadi melibatkan sejumlah faktor, orang tua mungkin tanpa sengaja memicunya jika aturan mereka kaku atau sudah tidak sesuai dengan usia anak-anak. Perhatikan hal berikut:

Terlalu kaku, jika orang tua menetapkan hukum tanpa mendiskusikannya, aturan-aturan menjadi seperti jaket pengikat yang mengekang remaja dan bukannya sabuk pengaman yang melindunginya. Akibatnya, ia mungkin diam-diam terlibat dalam perbuatan yang justru dilarang orang tua. Sudah tidak sesuai dengan usia anak-anak. Mengatakan ”Anak-anak mesti taat” boleh jadi sudah cukup bagi seorang anak kecil, tetapi remaja perlu lebih dari itu mereka butuh alasan.

Apalagi, dalam waktu dekat, anak remaja Anda akan hidup mandiri dan membuat keputusan yang penting. Jauh lebih baik jika ia belajar untuk bernalar dengan baik dan membuat keputusan yang baik sekarang, sewaktu ia masih di bawah pengawasan Anda.

Tetapi, apa yang bisa Anda lakukan jika anak remaja Anda terus saja kesal dengan aturan Anda?

Pertama-tama, sadarilah bahwa remaja membutuhkan bahkan dalam lubuk hati menginginkan batas-batas. Jadi, tetapkan aturan, dan pastikan agar anak remaja Anda memahaminya. Jika para remaja diberi batas yang jelas dan mereka mengharapkan pengawasan yang masuk akal dari orang tua, kecil kemungkinannya mereka terlibat dalam perilaku yang mengesalkan.

Maka, bagaimana Anda bisa seimbang? Biarkan anak remaja Anda mengutarakan diri tentang aturan keluarga. Misalnya, jika ia meminta agar jam pulang disesuaikan, dengarkan dia seraya ia mengajukan persoalannya. Kalau anak remaja Anda tahu bahwa ia telah sepenuhnya didengar, ia lebih cenderung merespek dan patuh pada keputusan yang Anda buat.

Tetapi, sebelum membuat keputusan, ingatlah ini: Sementara para remaja menginginkan lebih banyak kebebasan daripada seharusnya, orang tua mungkin cenderung tidak memberikan kebebasan sebanyak yang bisa diberikan. Jadi, pertimbangkanlah dengan serius permintaan anak remaja Anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here