Komunitas Ojol di Surabaya Gelar Aksi Memprotes Prabowo: ‘Lebih Baik Ngojek daripada Nge-Hoax’

0
33

KabarBerita.co.id – Komunitas Peduli Ojek Online melakukan aksi demo menuntut Prabowo Subianto untuk meminta maaf terkait pernyataannya mengenai profesi ojek online, di Pasar Atum, Surabaya, pada Sabtu (25/11).

Mereka menilai, pernyataan Prabowo dalam pidatonya dianggap sangat merendahkan profesi mereka sebagai ojek online. Oleh karenanya, para supir ojol ini menuntut Prabowo untuk meminta maaf dalam kurun waktu 2×24 jam. Jika tidak, mereka akan mendatangkan massa yang lebih banyak.

“Kami mengultimatum bapak Prabowo untuk segera meminta maaf kepada pengemudi ojek online 2 x 24 jam. Jika tidak kami akan melaksanakan aksi serupa serentak dengan jumlah yang lebih besar,” kata salah seorang orator bernama Wijaya.

Selesai dari Pasar Atum, massa kemudian melanjutkan aksinya di depan Gedung Negara Grahadi. Aspirasi yang sama pun mereka sampaikan. Terlihat di barisan massa aksi beberapa poster berisikan tuntutan dan protes mereka kepada Prabowo.

“Pak Prabowo Stop Remehkan Ojek’, ‘Lebih Baik Ngojek Daripada Nge-Hoax’ dan ‘Pak Prabowo Jangan Remehkan Profesi Kami’.

Ketua Komunitas Peduli Ojek Online, Wahono mengatakan aksi ini merupakan bentuk solidaritas ojol terhadap penghinaan yang diucapkan oleh Prabowo melalui pidatonya.

“Arek-arek Suroboyo menolak keras pernyataan Prabowo yang merendahkan profesi mulia kami,” tegasnya.

Lebih lanjut Wahono juga meminta agar Prabowo tidak menjadikan profesi mereka sebagai komoditas politik.

“Berkampanyelah dengan bijak. Jangan eksploitasi kami untuk dijadikan komoditas politik. Biarpun kami ojek online, kami selalu tertib, kami jujur menghidupi keluarga kami,” tandas Wahono.

Aksi unjuk rasa yang dimulai pada pukul 10.00 WIB itupun akhirnya bubar dengan tertib sekitar pukul 12.30 WIB.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here