Jangan Sampai Anda Jadi Korban Pembobolan Rekening! Berikut Tips Dari Polri

0
31

KabarBerita.co.id – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri berhasil mengungkap kasus pembobolan rekening nasabah bank dengan nilai sekitar Rp 520 juta yang dilakukan oleh seorang napi Lapas kelas II A Pekanbaru berinisial ZA (27). Supaya tidak terulang kasus serupa, Polri mengimbau masyarakat agar memahami beberapa trik dan tips untuk menghindari aksi pembobolan rekening bank.

Kasubdit I Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Dani Kustoni memaparkan beberapa tips yang sebaiknya anda lakukan guna mencegah rekening anda dibobol oleh orang lain.

1. Jaga Kerahasiaan PIN, Termasuk ke Pegawai Bank Sekalipun

Dani mengatakan, para nasabah bank wajib merahasiakan privasi akunnya di bank, diantaranya PIN kartu ATM, password internet banking, m – banking, dan PIN telepon seluler, sekalipun itu ke pihak Bank.

2. Jangan Sembarangan Membuka Kiriman Link Melalui Email, SMS atau Instant Messanger

Selain itu, Dani juga mengingatkan untuk tidak membuka link URL (tautan) tidak jelas dari pesan yang diterima, baik dari email, instant messanger maupun SMS.

“Kepada seluruh masyarakat imbauan untuk tidak mudah ketika ada tautan dikirimkan untuk tidak mengklik,” kata Dani di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Jumat (30/11).

3. Tidak Mempublikasikan Nomor Ponsel Kepada Publik

Selanjutnya, Dani meminta masyarakat untuk tidak mempublikasikan nomor ponsel di media sosial. Jika memang nomor tersebut harus anda gunakan untuk kepentingan bisnis dan sebagainya, sebaiknya gunakan nomor ponsel berbeda untuk aktivitas perbankan.

4. Jika Kartu SIM Mendadak Mati, Segera Laporkan ke Operator Kartu Seluler

Pada kesempatan itu, Dani juga mengimbau agar masyarakat segera melapor ke provider seluler jika nomornya tiba – tiba tidak aktif, karena bisa jadi nomor anda telah dialihkan ke orang lain. Oleh karena itulah, Dani sekaligus juga meminta kepada para provider telepon seluler untuk lebih cermat dan hati-hati dalam menangani pergantian SIM Card dari pengguna.

Provider telepon seluler, tambah Dani, jangan langsung memenuhi permintaan pergantian SIM Card walaupun sudah dilampiri surat kuasa dari si pemilik kartu, karena sangat memungkinkan surat kuasa bisa dipalsukan oleh si pembobol nomor rekening.

“Kembali pada ketelitian dari Provider ada tingkat kehati-hatian yang tinggi kemudian juga dengan korban itu sendiri,” kata Dani.

5. Aktifkan Fitur Notifikasi Perbankan via SMS atau Email

Tak hanya itu para nasabah juga disarankan mengaktifkan fitur notifikasi via SMS atau email tentang transaksi finansial atau perubahan pada rekening.

“(Jangan) menyimpan data-data (pribadi) di e-mail sendiri, sehingga ketika illegal akses masuk kepada email dan bisa ditembus dan dikuasi pelaku datanya serta merta sudah bisa ditarik (uang) oleh pelaku,” tutur Dani.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here