Intelijen TNI Temukan Fakta KKB di Papua Miliki Senjata Militer Berstandar NATO

0
49

KabarBerita.co.id – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang telah membunuh 31 pekerja PT Istaka Karya di Kabupaten Nduga, Papua ternyata memiliki puluhan senjata hasil rampasan milik TNI – Polri dan beberapa senjata ilegal asal luar negeri berstandar organisasi The North Atlantic Treaty Organization (NATO).

Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Kolonel Infantri Muhammad Aidi dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (4/11).

“Dari data laporan intelijen yang kita terima, mereka memiliki senjata api. Senjata standar militer. Jumlahnya puluhan, standar militer, standar NATO,” kata Aidi di Jakarta, Selasa (4/12).

Meskipun sudah mendapatkan gambaran awal mengenai kepemilikan senjata – senjata tersebut, Aidi mengaku saat ini belum bisa memberikan informasi detail mengenai kekuatan senjata yang dimiliki oleh kelompok Egianus saat ini.

Dirinya hanya menjelaskan bahwa kelompok itu memiliki berbagai jenis senjata yang diperoleh dari hasil rampasan milik TNI-Polri maupun yang berasal dari luar negri.

“Sebagian senjata api itu diambil dari hasil rampasan terhadap TNI-Polri di pos-pos [penjagaan]. Sebagian juga yang selama ini berhasil kita sita senjatanya ada yang indeks TNI dan Polri, ada juga yang bukan indeks TNI/Polri artinya berasal dari luar [negeri],” kata dia.

Mengenai senjata yang disebut berasal dari luar negeri, Aidi mengaku belum bisa memastikan negara – negara mana saja yang diduga ikut menyuplai senjata – senjata ilegal berstandar NATO tersebut ke tangan KKB di Papua.

Ia hanya mengungkapkan, senjata-senjata yang dimiliki oleh kelompok tersebut kebanyakan buatan pabrikan senjata dari negara Perancis, Rusia, dan Amerika Serikat.

“Termasuk buatan Pindad sendiri ada. Memang tidak semua negara memiliki produksi senjata. Tapi semua negara memiliki angkatan bersenjata. Jadi bisa dari mana saja itu senjatanya,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here