800 RIBU MASJID DAN JUTAAN MUSHOLA JADI PUSAT EKONOMI BARU DI TANGAN KYAI MARUF AMIN

0
66

Dalam beberapa hari terakhir ini, saya mencoba membaca lebih banyak siapa dan bagaimana Kyai Maruf Amin ini. Apa yang menjadi visi dia, apa yang melatarbelakangi kemampuan dia. Dan saya melihat hal yang luar biasa. Ini tak pernah terbayangkan sebelumnya. Bayangkan, jika Kyai Maruf Amin, seorang profesor ekonomi berbasis syariah, bisa mewujudkan ekonomi berbasis umat.

Bayangkan, bila dengan keulamaan dan kemampuannya sebagai ahli ekonomi, Kyai Maruf Amin bisa memaksimalkan keberadaan 800 ribu masjid di Indonesia, di mana jika 1 mesjid saja menjadi pusat dari 10 mushola di perumahan, maka ada 800 ribu masjid di Indonesia mempunyai mushola yang jumlahnya bisa mencapai 8 juta mushola.

Bayangkan pula, jika setiap mushola mendirikan Koperasi Syariah dengan anggota taruhlah 10 orang saja, maka 80 juta orang terbuka peluang untuk mandiri dan sejahtera. Ini tidak hanya menjadi ekonomi umat, tapi juga bisa menjadi ekonomi kerakyatan yang sebenarnya. 80 juta orang bisa memperkuat ekonomi Indonesia secara bersama-sama.

Bisa jadi memang, seseorang dengan pengetahuan ekonomi syariah yang mumpuni seperti Kyai Maruf Amin adalah orang yang tepat dalam situasi sekarang ini. Infrastruktur dan fasilitas sudah bisa dikatakan selesai.

Keberadaannya tidak hanya membuka akses ke pelosok, tapi juga menurunkan biaya distribusi. Peluang kerja dan usaha pun tumbuh berkembang.

Saya melihat bahwa Kyai Maruf Amin ini seperti kuda hitam jika dalam pertandingan sepak bola. Ia hadir pada saat yang tepat, di mana sekarang ini umat Islam sedang diadu domba. Friksi terjadi di antara sesama umat Islam. Banyak informasi ataupun dalil-dalil agama dipergunakan untuk pembenaran. Ini berbahaya bila terus berkembang. Tidak ada seorang pun dan sehebat apapun bisa menyelesaikan konflik mengatasnamakan agama.

Contohnya sudah kita lihat di Negara Timur Tengah, di mana sesama umat Islam bertahun-tahun saling bertikai. Maka umat Islam harus segera sadar dan kembali bersatu untuk tujuan lebih mulia, membangun tatanan umat yang sejahtera.

Kembali bicara ekonomi umat dan rakyat, saya kira ini menjadi perhatian kami dari Gerakan Diam-diam Pilih Orang Baik. Semakin melihat lebih dalam, semakin jelas, bahwa tujuan Indonesia yang mandiri dan menjadi maju jelas bisa dicapai. Ini yang memperkuat keyakinan kami, bahwa diam-diam kami tidak hanya memilih orang baik, tetapi juga yang jelas Islamnya.

Mochtar Sigit
(Juru Bicara Gerakan Diam-diam, Pilih Orang Baik.)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here