Panglima TNI : Pondok Pesantren Tempat Berkumpulnya Intelektual Kebangsaan

0
56

Secara formal Pondok Pesantren merupakan tempat para pemuda menempuh pendidikan dan menimba ilmu agama Islam. Namun secara kultural, Pondok Pesantren adalah tempat berkumpulnya gagasan-gagasan intelektual kebangsaan, tempat lahirnya komunitas yang mempersatukan budaya-budaya bangsa seiring sejalan dengan tuntunan ajaran agama, untuk saling menghormati dan menghargai keberagaman.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., dalam
sambutannya dihadapan ratusan santri dan santriwati Pondok Pesantren Buntet Cirebon, Jawa Barat, Jumat (25/1/2019).

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, peran para Kyai dan santri sangat sentral
dalam menjaga heterogenitas masyarakat Indonesia tetap dalam satu keranjang persatuan dan kesatuan bangsa. “Tentunya ini sebiduk seperahu dengan TNI dalam berjuang menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI dari berbagai macam ancaman,” katanya.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengajak kepada seluruh santri dan
ulama untuk bersama-sama membangun NKRI, salah satunya dengan merawat warisan
sangat berharga yang ditinggalkan oleh para pahlawan dan pendahulu bangsa yaitu
persatuan dan kesatuan.

“Keutuhan bangsa kita jangan sampai dikoyak-koyak oleh fitnah, hoax, ujaran
kebencian atau emosi sesaat. Kita bertanggungjawab untuk mewariskan negeri yang
makmur kepada anak cucu kita, bukan negeri yang terkoyak oleh perseteruan sesama anak bangsa,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa
silaturahmi yang erat sangat penting dalam membangun kedekatan dan kemanunggalan
antara TNI dan seluruh komponen bangsa. “Saya merasa sangat senang dan bangga dapat bersilaturahmi dengan para ulama, para santri, dan tokoh masyarakat di Pondok Pesantren ini,” ungkapnya.

Di sisi lain Panglima TNI mengatakan bahwa luas wilayah Indonesia dari Sabang
sampai Merauke memiliki sumber daya alam yang sangat kaya raya dan melimpah. “Kita
harus selalu bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberi karunia yang sangat besar kepada bangsa Indonesia,” ucapnya.

“Dari dasar laut sampai puncak gunung, di kedalaman laut dan kedalaman bumi,
hutan dan sungai, tanah air kita sangat menakjubkan. Allah SWT telah memilih kita sebagai pengelola kekayaan itu dan amanah itu harus kita junjung tinggi,” terangnya.

Panglima TNI juga menjelaskan bahwa untuk dapat mengelola kekayaan alam
Indonesia dengan baik, bangsa ini harus menjadi bangsa yang kuat dan bangsa yang
berdaya saing tinggi. Menurutnya, untuk menjadi kuat kita harus bersatu dalam
keberagaman, karena ke-bhinnekatunggalika-an adalah juga anugerah dari Sang Maha
Pencipta. “Perbedaan yang ada hendaknya tidak menjadi halangan untuk memperkuat
persaudaraan, karena perbedaan itu justru harus saling melengkapi dan saling
memperkuat,” katanya.

“Semoga dengan doa kita semua dan persatuan seluruh anak bangsa, Allah SWT
meridhoi setiap upaya kita dalam mewujudkan cita-cita bersama, menjadikan bangsa dan negara Indonesia yang adil dan makmur, sejahtera lahir dan batin, baldatun thayyibatun warabbunghafur,” tutupnya. (rel: tni.mil.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here