Presiden Jokowi Akan Siapkan Program Ekonomi Keumatan Melalui Bank Wakaf

0
15

KabarBerita.co.id – Presiden Joko Widodo  berkomitmen akan mengembangkan program ekonomi keumatan Bank Wakaf Mikro (BWM). Program tersebut disampaikan beliau saat bersilaturahmi dengan para Kiai/Habib se-Jadetabek, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (7/2/2019) siang.

“Kita dirikan di pondok-pondok yang memiliki lingkungan komunitas bisnis yang baik, sehingga berkembanglah ekonomi umat. Karena saya juga cek langsung ke beberapa pondok yang berjalan ini, alhamdulillah sangat baik,” ujar Presiden Jokowi

Dalam pemaparannya, banyak potensi ekonomi umat yang sebenarnya bisa dikembangkan saat ini. Misalnya membantu pembiayaan modal bagi usaha kecil.

“Yang dulunya misalnya di lingkungan itu ada bakso di gerobak, setelah mendapatkan pinjaman dari Bank Wakaf Mikro bisa memiliki warung, jualan di warung. Yang dulunya jualan gorengan, setelah mendapatkan bantuan dari Bank Wakaf Mikro bisa berjualan gorengan dan nasi uduk. Ya memang ini ekonomi super mikro yang kita tuju memang ke sana,” tambahnya.

Selain membangun ekonomi umat melalui bantuan pembiayaan modal usaha, Presiden Jokowi juga mengatakan bahwa pemerintah berencana akan membangun 1.000 Balai Latihan Kerja (BLK) khusus di pondok pesantren yang dimiliki.

“Memang baru 1.000, tapi 1.000 itu juga jumlahnya banyak, juga gede. Karena kita akan bangun bangunannya plus isinya. Sebuah pondok ingin skill yang ingin di-upgrade garment, ya berarti kita berikan di situ peralatan yang berkaitan dengan garment atau pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan garment,” ujarnya.

Potensi di bidang Informasi Teknologi (IT) juga turut disoroti sebagai salah satu bidang yang menarik untuk dikembangkan. Karena itulah, pemerintah akan segera menyiapkan peralatan yang berhubungan dengan IT. Ia juga menambahkan jika ada yang ingin berkaitan dengan industri kreatif, ya juga disiapkan.

“Tetapi kalau yang 1.000 nanti kita evaluasi, kita koreksi, insyaallah semuanya sudah benar, sudah betul, ya baru tentu saja dari 28.000 pondok pesantren yang ada di tanah air, itulah yang akan kita sasar,” jelas Presiden.

Selain membahas mengenai program tersebut, Presiden Jokowi juga turut mengomentari kabar miring yang selama ini menuduhnya kerap mengkriminalisasi ulama dan anti Islam. Padahal, komitmennya dalam menetapkan hari santri merupakan wujud nyata keberpihakannya pada umat Islam.

“Bagaimana anti islam, anti ulama. Tadi sudah disampaikan, Ketua Umum MUI. Yang tanda tangan hari santri itu siapa?” ujar Presiden.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here