Berhasil Cetak Laba Signifikan, DPR RI Puji Kepemimpinan Ari Askhara di Garuda Indonesia

0
166

KabarBerita.co.id (Jakarta) – PT Garuda Indonesia, Tbk akhirnya berhasil mencetak laba yang terbilang sangat signifikan pada Kuartal 1 – 2019 yakni sebesar USD 19,73 juta. Pencapaian menggembirakan ini dinilai sangat positif mengingat karena pada periode sebelumnya, Garuda Indonesia sempat alami kerugian sebesar USD 64,27 juta. Prestasi ini tentu saja menuai banyak pujian dari berbagai pihak, salah satunya datang dari Wakil Ketua Komisi VI DPR, Azam Azman.

“Harus kita hormati restatement laporan keuangan Garuda Indonesia, apalagi cetak keuntungan sebesar itu. Saya yakin sudah diaudit dan tidak ada rekayasa,” kata Azam, kepada wartawan di Jakarta, pada Jumat (26/07/2019).

Sebagai bagian dari komitmen perusahaan mendukung pelaksanaan Good Corporate Governance, Garuda Indonesia pada Jumat (26/07/2019) lalu menerbitkan public restatement (penyajian ulang secara terbuka) laporan keuangan 2018 dan Kuartal I 2019. Penyajian ulang data ini merupakan respon perusahaan BUMN ini pada keputusan Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Azam menilai bahwa Garuda Indonesia dibawah kepemimpinan Ari Ashkara sebagai Direktur Utama telah menunjukkan perbaikan kinerja yang sangat baik, meskipun seperti yang kita ketahui, perusahaan maskapai plat merah ini tengah diterpa banyak masalah, terlebih lagi setelah sempat rugi pada periode sebelumnya. Namun dengan tekad yang kuat, Ari berhasil memperbaiki kondisi menjadi lebih baik.

Menurut Azam, keuntungan pada Kuartal 1 yang setara Rp280 miliar itu harus menjadi semangat dan motivasi yang positif bagi Garuda Indonesia untuk terus harus meningkatkan layanan pada masyarakat.

“Semoga keuntungan ini menambah semangat Garuda Indonesia meningkatkan layanan pada penumpang,” ujar anggota Fraksi Partai Demokrat tersebut.

“Dan saya melihat, prestasi Garuda Indonesia ini melecut maskapai lain untuk turut perbaiki kinerja dan layanannya,” sambung Azam.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Fuad Rizal menyampaikan, bahwa dalam rangka penyampaian restatement laporan laba rugi periode buku 2018 dan Kuartal 1 2019, Garuda Indonesia telah melakukan korespondensi dengan OJK, BPK dan serta melibatkan para ahli dalam bidang akuntansi, auditing dan legal.

“Untuk memastikan laporan tersebut sesuai aturan dan penerapan standar akuntansi serta auditing,” ujar Fuad.

Lebih lanjut Fuad menegaskan, bahwa dengan penyajian ulang (restatement) laporan keuangan ini tidak ada rasio  rasio yang dilanggar karena penyajian kembali laporan keuangan ini. disebabkan karena adanya miss intepretation dalam menerapkan standar akuntansi keuangan dan setelah kami sajikan kembali, kami tetap memperoleh dan pendapat “Wajar Tanpa Modifikasian”.

Sejalan dengan penyajian ulang laporan keuangan tersebut, Garuda Indonesia terus menunjukkan peningkatan kinerja dengan berhasil mencatatkan pertumbuhan positif pada Kuartal 1-2019 dengan membukukan laba bersih USD19,73 juta, meningkat signifikan dibanding periode sebelumnya yang merugi USD 64,27 juta.

“Dengan pertumbuhan positif maskapai di Kuartal 1-2019 tersebut, Garuda Indonesia optimistis tren kinerja maskapai kejdepannya akan terus tumbuh positif,” kata Fuad. (Red)