Ada Potensi Kerugian Negara di PT Timah, Diduga Terkait Project SHP

0
2705

KabarBerita.co.id – Kurang lebih satu tahun yang lalu, yakni di tahun 2018, PT Timah sedang mengerjakan proyek SHP (Sisa Hasil Pengolahan) kadar rendah, dimana PT Timah membeli timah – timah kadar rendah sisa hasil pengolahan dari manapun, namun tidak ada penjelasan detil bagaimana proses pengerjaannya. Selain itu juga hingga saat ini audit atas proyek tersebut juga belum ada dilakukan sama sekali.

Menurut informasi yang kami terima dari salah satu informan kami di Kejaksaan, diduga ada permainan oknum – oknum nakal didalam perusahaan. Salah satu indikasinya adalah banyak barang – barang SHP yang tidak mampu atau bahkan tidak bisa lebur karena low kadar (tidak layak). Indikasi ini tentu saja mencurigakan dan layak untuk diperiksa oleh pihak – pihak berwenang untuk mencari tahu siapa oknum – oknum nakal dibalik proses pengerjaan proyek yang diduga merugikan perusahaan ini.

Seperti diketahui, pengerjaan proyek SHP ini berada dibawah wewenang Divisi Unit Tambang Darat Bangka yang dipimpin oleh Direktur Operational. Pihak berwenang, dalam hal ini yakni penegak hukum, seharusnya sudah melakukan pengecekan atas pengerjaan proyek tersebut, apakah ada potensi kerugian negara atau tidak.

Pemeriksaan bisa dilakukan dengan mengecek proses transaksi pembelian SHP (sisa hasil pengolahan/tailing). Menurut informasi yang kami terima, ada dana sekitar 3 Trilyun yang sudah dikeluarkan oleh PT Timah untuk membeli barang – barang SHP. Akan tetapi, barang – barang SHP yang dibeli sangat mengecewakan, tidak bisa dilebur karena kadarnya sangat rendah (dibawah standart/tidak layak) akibatnya proses pembelian tersebut mengakibatkan kerugian pada PT Timah, yang notabenenya adalah perusahaan milik negara. Ternyata, ada indikasi SHP yang dibeli jauh dibawah harga dan dibawah kadar yang seharusnya.

Sangat memungkinkan, Direktur Operasional Alwin Albar mengetahui semua ini, meskipun ada dugaan Direktur Utama belum mengetahui kasus ini. Hampir semua stock pile SHP tidak mampu diolah kembali. Lantas kemana para aparat penegak hukum? Kenapa mendiamkan praktek – praktek yang merugikan negara ini terjadi di PT Timah?

Kini semua barang tersebut dikumpulkan dalam 1 area, yakni di unit metalurgi PT Timah. Lantas kemana dana 3 Trilyun yang seharusnya digunakan untuk membeli SHP yang layak dan sesuai kadar? Dengan adanya dugaan markup pembelian karena ternyata SHP yang dibeli jauh dibawah harga standart dengan kadar rendah, lalu dimana selisih uang 3 Trilyun tersebut?

Menurut pandangan kami sesuai dengan dugaan – dugaan tersebut, aparat penegak hukum dan pihak berwenang harus segera memeriksa stock pile Proyek SHP PT Timah, periksa kualitas dan kelayakan produknya, lalu cek kemana aliran dana 3 Trilyun yang seharusnya digunakan untuk membeli produk – produk yang layak. Dari situ kita bisa mengetahui, siapa yang bermain dan kemana saja dana itu diselewengkan. (Red)