Menhub Ingin Taksi Online Tidak Dikenai Aturan Ganjil Genap

0
52

KabarBerita.co.id (Jakarta) – Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menginginkan agat aturan ganjil genap yang telah diberlakukan perluasan wilayahnya oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, tidak dikenakan pada mobil taksi online. Menhub beralasan, taksi online harusnya diperlakukan sebagaimana layaknya layanan angkutan umum, seperti yang berlaku pada angkutan konvensional.

“Kan taksi biasa boleh, mestinya mereka boleh juga kan. Ini yang saya sampaikan equility,” kata Budi Karya saat menemui ratusan driver taksi dan ojek online di Parkiran Plaza Selatan, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Minggu (11/08/2019)

Melalui acara yang dihadiri para perwakilan manajemen dan driver transportasi online tersebut, Menhub mengungkapkan bahwa pihaknya terus berusaha menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pihak Pemprov DKI Jakarta agar taksi online tidak diberlakukan aturan ganjil genap.

“Pak Ahmad Yani (Direktur Angkutan Jalan Kemenhub) sudah mulai komunikasi, tapi komunikasinya belum maksimal karena memang proses itu cepat,” ungkapnya.

Meskipun demikian, sampai saat ini Menhub belum bisa memastikan bahwa taksi online akan diperbolehkan beroperasi tanpa dikenai aturan ganjil genap dari Pemprov DKI Jakarta. Tapi pihaknya mengaku akan terus memperjuangkan keinginan tersebut.

“Saya serahkan pada teman-teman, Pak Direktur dan Dirjen untuk bicara dengan DKI untuk mencari solusi. Tapi pada intinya kita sangat memperhatikan bagaimana kelangsungan para driver itu dengan baik, tapi equility itu harus terjaga dengan baik,” harapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta mulai melakukan uji coba perluasan ganjil genap di Jakarta, mulai senin ini (12/08/2019) sampai 06 September 2019. Aturan itu sesuai dengan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 66 Tahun 2019 mengenai Pengendalian Kualitas Udara.

Nantinya terdapat 25 ruas jalan di Jakarta yang akan terkena aturan ganjil genap, rinciannya 9 ruas lama dan 16 ruas baru. Selain penambahan ruas jalan, masa pemberlakuan aturan juga ditambah, dari yang sebelumnya selesai pukul 20.00 WIB, kini menjadi 21.00 WIB. (Red)