Bos Taxi Malaysia Kembali Berulah, Menhub : Perbuatan yang Sangat Tidak Pantas!

0
29

KabarBerita.co.id (Jakarta) – Setelah sebelumnya menghina Indonesia sebagai negara miskin dan akhirnya memicu kecaman masyarakat Indonesia khususnya driver transportasi online, bos taksi asal Malaysia, Datuk Shamsubahrin Ismail, ini kembali bikin ulah lagi.

Baru – baru ini, Shamsubahrin mengupload video yang menyinggung pemerintah Indonesia karena mengizinkan Go-Jek atau Grab beroperasi di Indonesia. Dia mengatakan, pemerintah Malaysia jangan mengikuti kebijakan pemerintah Indonesia tersebut karena gaji driver transportasi online tak punya gaji tetap.

Sontak saja, pernyataan Shamsubahrin ini menimbulkan reaksi keras dari pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Perhubungan. Menhub Budi Karya Sumadi mengecam pernyataan Bos Taksi Malaysia itu sebagai perbuatan yang sangat tidak pantas.

“Suatu perbuatan yang tidak pantas,” kata Menhub, Budi Karya, di Jakarta, pada Senin (02/09/2019).

Budi Karya mengaku sangat gerah dengan ulah bos taksi Malaysia tersebut. Pihaknya menegaskan, akan segera menyampaikan keberatan ke Kementerian Transportasi Malaysia.

“Kemenhub sudah menyampaikan keberatan ke Kementerian Transportasi Malaysia,” tambahnya.

Pada kesempatan berbeda, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi memilih untuk merespon santai pernyataan itu. Menurutnya, bos taksi Malaysia itu takut tersaingi jika Gojek masuk ke negaranya.

“Kalau kemudian yang bersangkutan si pengusaha itu mengatakan tentang Indonesia dan sebagainya, sebetulnya adalah ketakutan dia sendiri sebagai pengusaha gitu kan, takut kesaing,” kata dia di kantornya, Jakarta, Senin (02/09/2019).

Budi menilai, pernyataan bos taksi Malaysia itu tidak mewakili warga Malaysia, melainkan hanya bentuk kekhawatiran pribadinya lantaran takut kalah bersaing. Sementara pemerintah Indonesia sangat mendukung langkah Gojek untuk ekspansi ke luar negeri.

“Itu pernyataan perorangan sebagai personal sebagai pengusaha yang mungkin barangkali emosional lah menyikapi itu semua. Kan kita senang kan kalau perusahaan-perusahaan dalam negeri bisa keluar,” ujarnya. (Red)