Esemka Akhirnya Diluncurkan, Menhub: Hari Ini Saya Bangga Sekali

0
40

KabarBerita.co.id (Boyolali) – Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi ikut mendampingi Presiden Jokowi dalam acara peluncuran produk mobil dan fasilitas produksi Esemka di Desa Demangan, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada Jumat (06/09/2019).

Menhub Budi Karya mengaku sangat bangga, produk – produk unggulan Esemka yang diluncurkan hari ini melibatkan SDM Indonesia.

“Hari ini saya merasa bangga sekali, karena banyak adik-adik dari sekitar Solo yang bisa bekerja untuk satu produk dalam negeri yang namanya Esemka,” kata Menhub Budi.

Menurut Budi, kehadiran Esemka tentu saja akan memberikan manfaat yang sangat positif terutama bagi masyarakat sekitar. Khususnya dalam memberikan peluang kerja bagi anak – anak muda.

“Kita patut berbangga hadirnya Esemka ini yang merupakan produk dalam negeri. Harapannya tentu ini bisa cocok bagi warga pedesaan untuk mengangkut barang-barang,” tuturnya.

Mengapa Esemka ini cocok untuk warga pedesaan? Menhub menilai produktifitas warga pedesaan saat ini harus lebih ditingkatkan. Kehadiran mobil niaga Esemka dengan harga yang terjangkau diharapkan mampu memudahkan aktifitas ekonomi masyarakat.

“Dengan harga Rp 110 juta dan bisa multifungsi, Esemka ini bisa menjadi angkutan barang sekaligus angkutan penumpang,” katanya.

Untuk saat ini, mobil Esemka yang diproduksi massal yakni Tipe Bima 1.2 dan Bima 1.3 merupakan jenis kendaraan niaga (pikap). Sementara yang sudah lolos uji itu ada 12 tipe. Menhub juga apresiasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 60 persen.

Ditanya soal pengembangan Esemka menjadi mobil listrik, Menhub mengatakan untuk masa depan mobil listrik menjadi keniscayaan, tapi memang mobil listrik lebih banyak untuk perkotaan.

“Makanya Esemka mengambil positoning di pedesaan membangun mobil angkutan untuk pedesaan. Sedangkan listrik kita utamakan di perkotaan, karena sekarang polusinya luar biasa. Sementara mobil dan motor listrik membutuhkan infrastrutkur charger segala macam sehingga difokuskan di perkotaan,” tegasnya.

Terkait kemungkinan akan melakukan ekspor produk, Menhub menilai negara negara tertentu seperti Myanmar mungkin akan berminat. Tapi untuk saat ini, produksi sementara difokuskan untuk kebutuhan dalam negeri dahulu, karena kebutuhan untuk industri dan pertanian didalam negeri sangat tinggi.

“Peluangnya ada, tapi ini bisa menjadi angkutan kecil mungkin juga bisa digunakan untuk angkutan online,” jelasnya.

Saat di pabrik, Menhub berkesempatan melihat langsung perakitan dari mulai sasis sampai dengan rangka dan ban sebelum Presiden Jokowi tiba. “Selamat atas berdirinya Esemka ini,” tutup Menhub. (Red)